Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tidak Membuang Sampah Ke Sungai

ekonomi & pembangunan

rakor-normalisasi-sungai-2-460x320focusKLATEN.net – Selasa (04/10) di ruang pertemuan B.2 Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten Klaten diselenggarakan Sosialisasi Pengelolaan Sungai Kepada Aparatur dan Masyarakat. Kegiatan berlangsung selama dua hari ( tanggal 4 dan 5 Oktober 2016 ) diikuti 100 peserta menampilkan 3 pembicara yakni Kepala BPBD Bambang Giyanto, Kepala Sekolah Sungai Klaten Haji Jaka Sawaldi dan Pembina Sekolah Sungai Klaten Prof Suratman, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Hajah Sri Mulyani.

Kabid Pencegahan dan Kesiap Siagaan Bencana BPBD Klaten Budi Prasetyo selaku ketua panitia penyelenggara mengemukakan, Sosialisasi Pengelolaan Sungai Kepada Aparatur dan Masyarakat diikuti 100 peserta unsur dari 30 warga bantaran Sungai Kalilunyu, perwakilan relawan sungai, TNI, POLRI, SKPD dan lain-lain. Tujuan kegiatan untuk memberikan pemahaman pada peserta akan pentingnya pengelolaan sungai yang bersih sehat dan lestari.

Kepala BPBD Klaten Haji Bambang Giyanto mengemukakan, Klaten termasuk daerah rawan bencana yang diakibatkan angin kencang, erupsi merapi, banjir dan rawan longsor. Khusus daerah rawan banjir di Klaten tersebar di 11 kecamatan meliputi 62 desa, sementara untuk daerah rawan longsor mengancam 6 desa di 4 wilayah kecamatan. ” Enam desa masuk daerah rawan longsor terdapat di Sidorejo, Tegal Mulyo dan Balerante Kecamatan Kemalang, Desa Ngandong Gantiwarno dan Ringon Putih Karangdowo serta desa Jarum kecamatan Bayat ” terangnya.

Kepala Sekolah Sungai Klaten Haji Jaka Sawaldi mengatakan, Restorasi Sungai Klaten mewujudkan visi Sungai Klaten Terbersih Sedunia Tahun 2045. Maka untuk mewujudkan hal tersebut perlu dukungan semua elemen masyarakat untuk tidak membuah limbah (sampah padat dan cair) ke sungai agar terwujud sungai yang bersih sehat dan lestari, sebagaimana kondisi sungai puluhan tahun silam yang bisa untuk mandi dan lainnya. ” Klaten memiliki sekitar 158 sungai masuk redo 1 ( bengawan Solo) redfo 2 (Dengkeng) dan redo 3 ( Kali Lunyu dll) yang perlu mendapat perhatian semua pihak agar menjadi sungai bersih sehat dan lestari ” terangnya.

Menurut Jaka Sawaldi yang keseharian menjabat sebagai Sekda Kabupaten Klaten, bahwa kesadaran masyarakat Klaten untuk tidak membuang sampah dan limbah yang lain ke sungai masih rendah. Hal ini bisa dibuktikan dengan masih banyak dijumpainya limbah dan sampah yang yang menumpuk disungai yang bisa menimbulkan banjir dan pencemaran lingkungan. ” Dengan sosialisasi pengelolaan sungai ini diharapkan kedepan tidak ada lagi masyarakat yang membuang limbah dan sampah ke sungai ” harapnya.

Pembina Sekolah Sungai Klaten Prof Suratman yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor UGM Yogyakarta Bidang Pengabdian Masyarakat mengatakan, Budaya Sungai diarahkan agar sungai sebagai Nadi Alam Yang Hidup Merajud Alam Bumi dan Samudra. Upaya dilakukan antara dengan membentuk peraturan tentang Larangan Membuat Bangunan Yang Membelakangi Sungai, sehingga masyarakat sekitar segan bila melihat sungai di depan rumahnya kotor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *