Masyarakat Sekitar Sungai Dengkeng Gotong Royong Benahi Sungai

ekonomi & pembangunan
Masyarakat Sekitar-Sungai Dengkeng Gotong Royong
Masyarakat Sekitar-Sungai Dengkeng Gotong Royong

focusKLATEN.net – Masyarakat desa Talang Kecamatan Bayat dan aparat TNI/POLRI, BPBD dan Relawan tanggap bencana Klaten gotong royong benahi sejumlah titik di sungai Dengkeng pada Minggu  (09/10). Kegiatan dipimpin langsung Camat Bayat Edy Purnama ini membenahi tanggul yang tergerus banjir akibat hujan yang terjadi satu hari sebelumnya di desa Wiro .

Gotong royong yang di lakukan di jembatan Talang oleh aparat TNI, POLRI, BPBD dan Relawan serta masyarakat antara lain membersihkan sampah yang menutup jembatan sehingga menghambat lajunya air. Terpisah di wilayah desa Wiro kegiatan yang sama dilakukan masyarakat dibantu relawan dan aparat yang lain-lain membenahi tanggul sungai Dengkeng di tiga lokasi yang rawan jebol akibat tergerus air akibat hujan deras.

Ketua RT 10 RW 04 desa Wiro Sutarno, ditemui saat gotong royong mengemukakan, hujan deras yang terjadi pada Sabtu malam mengakibatkan sungai Dengkeng banjir. Kondisi ini mengakibatkan tanggul sungai di wilayahnya mengalami longsor di tiga titik lokasi, akibatnya apabila tidak segera dibenahi dikhawatirkan dapat memutus tanggul yang dapat mengakibatkan dampak yang lebih besar. ” Masyarakat gotong royong memasang pathok bilah bambu dan lain-lain membenahi tanggul yang tergerus air ” terangnya.

Sehubungan hal tersebut, kata Sutarno lebih lanjut, masyarakat mengusulkan pada pemerintah kabupaten Klaten segera memberikan bantuan bronjong, zak dan lain-lain untuk bahan pembenahan tanggul yang rusak tergerus air. Karena tanpa bantuan pemerintah masyarakat sekitar khawatir suatu saat gerusan air di tanggul semakin melebar yang kondisinya bisa mengakibatkan banjir yang parah.

Camat Bayat Edy Purnomo ditemui di tengah acara gotong royong mengatakan, banjir yang terjadi akibat debit air sungai Dengkeng  naik, akibatnya material sampah terbawa ke sungai dan menyumbat lajunya air di jembatan Talang. Maka perlu diambil langkah untuk menyingkirkan material sampah yang ada di jembatan tersebut. ” Wilayah Bayat terdapat 7 desa yang rawan banjir, yaitu desa Paseban, Beluk, Kebon, Jotangan, Krikilan, Wiro,Talang dan Tawangrejo ” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *