Home > ekonomi & pembangunan > Jalan Hancur, Mayoritas Truk Pasir Kelebihan Muatan

Jalan Hancur, Mayoritas Truk Pasir Kelebihan Muatan

 Belasan truk pasir dirazia di Terminal  Delanggu.

Belasan truk pasir dirazia di Terminal Delanggu.

 Kepala Dishub Klaten Drs H Purwanto AC MSi dan stafnya berjaga di Perempatan Kepoh.

Kepala Dishub Klaten Drs H Purwanto AC MSi dan stafnya berjaga di Perempatan Kepoh.

 Petugas Dishub Klaten saat melaksanakan tugas penimbangan truk yang terkena razia di Sub Terminal Delanggu.

Petugas Dishub Klaten saat melaksanakan tugas penimbangan truk yang terkena razia di Sub Terminal Delanggu.

focusKLATEN.net-Untuk menjaga jalan-jalan di Klaten tidak semakin hancur dan semakin rusak, maka Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Klaten terus melakukan pemantauan muatan truk pasir. Pasalnya, disinyalir hampir mayoritas truk pasir yang mengangkut bahan galian golongan C dari Kecamatan Kemalang, Klaten melebihi muatan atau melebihi tonase.

Demikian ditegaskan Kepala Dishub Klaten, Drs H Purwanto AC MSi di Klaten, Minggu (6/11/2016). Cohtohnya pada razia yang digelar selama tiga hari tiga malam di Terminal Delanggu beberapa waktu lalu terungkap ada 1.250 yang berhasil dilakukan pemeriksaan karena truk-truk tersebut berhasil masuk terminal.

Dari jumlah tersebut, kata H Purwanto, truk yang ditindak karena melebihi tonase sebanyak 506 truk dan truk yang ditilang ada 656 truk atau 52,48%. Bagi truk yang kelebihan muatan selain ditindak, juga diharusan menurunkan kelebihan muatannya di Terminal Delanggu dan setelah muatan sesuai ketentuan maka diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Operasi truk pasir Dishub Klaten tersebut dilakukan   selama tiga hari mulai Rabu pagi, 26 Oktober 2016 hingga Jumat, 28 Oktober. Sasaran utama operasi untuk merazia  truk pengangkut bahan galian golongan C atau pasir dan batu (sirtu) di Sub Terminal Delanggu. Ratusan truk pengangkut pasir yang melintasi Jalan Raya Delanggu-Klaten diarahkan masuk ke dalam Sub Terminal Delanggu untuk ditimbang guna mengetahui kelebihan muatan atau tidak.

Kepala Dinas Perhubungan Klaten Drs H Purwanto AC MSi yang memimpin langsung operasi penertiban truk pengangkut bahan galian golongan C kepada wartawan mengatakan, operasi truk pengangkut sirtu bertujuan untuk mencegah agar jalan-jalan di Klaten dapat awet. Pasalnya, walapun jalan dibangun sebaik mungkin namun jika dilewati truk sirtu yang melebihi tonase maka jalan cepat rusak.

H Purwanto menjelaskan, truk biasa boleh mengangkut sirtu  antara 7,5 ton sampai 8 ton. Sedangkan truk tronton  boleh mengangkut pasir sebanyak 19 sampai 20 ton. Untuk itu diharapkan para sopir truk agar dapat memperkirakan bahan galian golongan C yang diangkut tidak melebihi batasan tonase yang ditetapkan. (Paidi)

 

Baca Juga :