Home > ekonomi & pembangunan > Polres Klaten Gelar Gebyar Aksi Pelajar Tertib Berlalu Lintas

Polres Klaten Gelar Gebyar Aksi Pelajar Tertib Berlalu Lintas

Grup musik humor Teamlo Solo memeriahkan gebyar aksi pelajar tertib berlalu lintas se Kabupaten Klaten yang diadakan di Alun-alun Klaten, Rabu pagi (22/3/2017).

Plt Bupati Klaten Hj Sri Mulyani didampingi Kapolres Klaten AKBP Muhammad Darwis dan unsur Muspida menyalami warga disabilitas pada gebyar aksi pelajar tertib berlalu lintas.

focusKLATEN.net-Jajaran Polres Klaten, Rabu pagi, 22 Maret 2017 menggelar gebyar aksi pelajar tertib berlalu lintas se Kabupaten Klaten yang diadakan di Alun-alun Klaten. Gebyar aksi pelajar tertib berlalu lintas diikuti lebih lima ribu pelajar dari pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se Klaten dengan inspektur Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten Hj Sri Mulyani.

Acara gebyar aksi pelajar tertib berlalu lintas juga dihadiri Kapolres Klaten AKBP Muhammad Darwis, Dandim 0723 Klaten Letkol Inf Bayu Jagat dan sejumlah pejabat lainnya. Pada acara tersebut diisi berbagai sosialisasi dari Polres Klaten antara lain para siswa agar tidak melakukan balapan liar di jalan dan tidak melakukan aksi kebut-kebutan saat berkendara dan sosialisasi pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM).

Plt Bupati Klaten Hj Sri Mulyani dalam sambutannya mengatakan, situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Klaten pada umumnya kondusif, namun yang terjadi di lingkungan masyarakat adalah tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia karena sudah sampai pada titik yang sangat memprihatinkan. Pasalnya, berdasarkan data di Satuan Lalu Lintas Porles Klaten, pada  Desember tahun 2016 telah terjadi sebanyak 55 kasus kecelakaan dan celakanya angka kematian akibat kecelakaan masih di dominasi usia produktif.

Disisi lain, kata Hj Sri Mulyani, apabila fokus analisa di arahkan kepada pelaku yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas, ternyata hampir diantaranya melibatkan remaja berusia di bawah 16 tahun dengan status pelajar yang berkendaraan sepeda motor. Mencermati data kecelakaan tersebut, dapat dimaknai bahwa budaya disiplin masyarakat  Indonesia pada umumnya dan para pelajar khususnya masih sangat rendah meskipun sebagian diantaranya sudah tertib dan disiplin.

Menurut Plt Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, potret masih rendahnya tingkat disiplin pelajar ini bukanlah merupakan sebuah rekayasa, tetapi selaras dengan fakta yang ada, melalui pengamatan terhadap para pelajar, ketika sedang berlalu lintas di jalan raya. Hampir setiap hari dijumpai  pada pagi hari dan siang hari, ketika pelajar seakan saling berlomba untuk lebih cepat sampai ke tempat tujuan.

Para pelajar saat naik motor, kata Hj Sri Mulyani, seolah tidak ada yang mau mengalah, bahkan lampu merah seakan bukan tanda untuk berhenti dan memberi kesempatan pengguna jalan yang lain.  Hal lainnya yang sangat membahayakan adalah ketika hendak membelok ke kiri atau ke kanan dan berpindah jalur, para pelajar terkadang tidak memberi tanda bagi pengguna jalan yang lain.

Kasus lainnya, kata Hj Sri Mulyani, masih banyak ditemukan ketika berkendara sepeda motor, para pelajar berboncengan lebih dari satu orang, tidak mengenakan helm sebagai peralatan keselamatan. Kemudian ada yang berkendara sambil menggunakan ponsel serta tidak menyalakan lampu utama.

Hj Sri Mulyani menegaskan, beberapa kebiasaan tidak baik seperti itu harus diubah, karena pada dasarnya usia dibawah 17 tahun, meskipun bisa mengemudikan kendaraan, sebenarnya belum cakap secara fisik dan secara hukum. Sangat disayangkan  ketika di jalan raya anak – anak berperilaku seenaknya, tanpa memperhatikan kepentingan orang lain.

Pada situasi seperti ini, Plt Bupati Klaten Hj Sri Mulyani mengingatkan, aturan-aturan baku berlalu lintas harus ditaati dan diperlukan pemahaman yang utuh, bahwa jalan raya pada hakekatnya bukanlah milik pribadi. Sebab pada dasarnya jalan raya merupakan  milik bersama, serta harus dibagi penggunaannya dengan orang lain.

Untuk antisipasi permasalahan tersebut, Hj Sri Mulyani mengapresiasi kepada jajaran Polri yang telah menggiatkan potensi masyarakat yang ada khususnya para pelajar sebagai Mitra Polri untuk mewujudkan keamanan sekolah tertib dan lancar dengan membentuk Patroli Keamanan Sekolah (PKS) di setiap sekolah.   Dengan  gebyar aksi pelajar tertib berlalu lintas diharapkan dapat membawa manfaat berupa terwujudnya tertib berlalu lintas pada masyarakat Klaten khususnya pelajar dan pengendara pemula sehingga   terwujud  budaya tertib berlalu lintas dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas. Acara gebyar aksi pelajar tertib berlalu lintas dimeriahkan grup musik humor Temlo Solo dimulai pukul 07.30 WIB dan selesai pukul 10.00 WIB.  (idi)

Baca Juga :

Leave a Reply