Home > ekonomi & pembangunan > Embung Tirta Mulya : Memanen Air Hujan Dalam Cekungan Embung

Embung Tirta Mulya : Memanen Air Hujan Dalam Cekungan Embung

 

Focusklaten.net Bagi warga Tegalmulya, Kemalang air menjadi harta yang  mahal. Di Desa yang terletak  6 km dari puncak Merapi itu air bukan saja sebagi kebutuhan minum sehari- hari, tapi sekaligus menjadi jaminan sapi-sapi warga  bisa gemuk dan laku dijual sehingga untung bisa untuk anak-anak  sekolah. Maka tak heran berakhirnya pembangunan dan peresmian Embung yang diberi nama Tirta Mulya (Rabu. 22/03/17) yang berada persis  di balik perbukitan hijau itu  disambut gembira semua warga Tegalmulya.

            Perlu perjuangan untuk mencapai Embung Tirta Mulya.  Selain harus melalui jalanan yang menanjak, pengunjung harus melintasi jalan terjal di antara truk-truk pasir yang berjalan melambat.  Sesekali mobil harus berhenti sejenak menunggu giliran melewati jalanan terjal berbatu dengan truk pengusung pasir yang menyemut mengusung pasir Merapi tiada henti.  Berdasarkan informasi yang dihimpun Tim Ficusklaten.net Embung Tirta Mulya adalah karya bersama antara pemerintah, akademisi UGM dan PT Tirta Investama.  Berawal dari kebutuhan masyarakat bersama para relawan Merapi, didukung tim risert  Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dibawah bimbingan DR Ir Heru Indrayana dan juga bantuan Corporate Social Responbility (CSR) milik PT Tirta Investama dan atas ijin dari Balai Taman Nasional Gunung Merapi Magelang dibangunlah embung.  Bangunan air yang hampir menyerupai lonjongan itu didesain dengan pagar besi dan paving sebagai jalan setapak mengelilingi embung dengan tanaman masih kelihatan baru ditanam. Bagi yang gemar berselfi ketika beruntung langit bercuaca cerah, pengunjung bisa berfoto diri dengan latar belakang puncak Merapi yang merekah. Menurut Heru Indrayana cekungan Embung TirtaMulya yang ditanam di atas tanah 0,6 hektar ini menggunakan teknologi geomembran yang mampu bertahan lebih  50 sampai 60 tahun ke depan.  Dengan kedalaman 5 m Embung Tirta Mulya mampu menampung air hujan sampai 12.000 m3 sehingga tidak saja mencukupi kebutuhan air, juga bisa untuk irigasi bahkan destinasi wisata.

Plt Bupati Klaten yang berkesempatan hadir menyaksikan serah terima embung dari PT Tirta Investama kepada Kepala Desa Tegalmulya berpesan agar bumi Kemalang dirawat dan dijaga.  Merapi telah dihadirkan Tuhan untuk masyarakat Klaten, khususnya warga Kemalang sebagai tempat berpijak agar dijaga dan tidak dirusak karena Tuhan tidak suka manusia yang berperilaku merusak. Berbarengan dengan peringatan Hari Air Sedunia Sri Mulyani berpesan kepada masyarakat Klaten gemar menanam untuk menjaga konservasi alam. Sungai-sungai Klaten harus dijaga kebersihannya. Lahan-lahan kosong jangan dibiarkan menganggur. Jangan mudah warga Klaten membuang sampah.  Plt Bupati Klaten berharap masyarakat Kemalang gemar gotong royong, guyub rukun, toleransi dan sikap saling menolong dan membantu sebagai perilaku baik. Jaga pula amal ibadah, amal sholeh dan jangan mudah berperilaku maksiat(Jepe75).

 

Baca Juga :

Leave a Reply