Home > hukum & kriminal > Menanggulangi Berita Hoax, Pers Diharap Menjadi Rumah Penjernih Informasi

Menanggulangi Berita Hoax, Pers Diharap Menjadi Rumah Penjernih Informasi

Focusklaten.net (10/05/17)-Di tengah membanjirnya informasi, pers dituntut mampu menjadi pencerah masyarakat berperan sebagai rumah penjernih informasi untuk menanggulangi berita bohong alias hoax yang berdampak membingungkan dan  memecah belah rasa persatuan.

Demikian pesan penting Plt Bupati Klaten Sri Mulyani yang dikutip Tim Focusklaten.net dalam sambutan yang dibacakan Wahyudi Martono selaku Kepala Bagian Humas Setda Klaten di acara Dialog dan Deklarasi Antara Pelaku Kehumasan dan Pers menanggulangi berita sesat alias hoax yang diselenggarakan Bagian Humas Klaten di Kompleks Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Klaten (Rabu 10/05/17).

Plt Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya melalui Tim Focusklaten.net menyampaikan revolusi informasi yang ditandai kemajuan teknologi internet tidak saja menempatkan pers sebagai satu-satunya sumber informasi berbasis massa.  Kini seorang individu mampu menjadi penyebar informasi sehingga kemajemukan pesan yang berkembang menjadi abu-abu antara fakta dan isu, antara benar dan salah.  Perkembangan ini kata Sri Mulyani menjadi tantangan zaman yang harus dihadapi seluruh pelaku kehumasan dan pers agar lembaga yang secara filosofis menyebarlauaskan pesan dan mencerdaskan masyarakat ini mampu menjadi penjernih informasi.  Pelaksana Bupati Klaten itu mengajak seluruh pelaku kehumasan dan pers meneguhkan diri menjadi pejuang-pejuang kebenaran di medan pertarungan informasi.  Prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan harus menjadi pilar utama dalam berkarya. Pengabdian tertinggi seorang jurnalis kata Sri Mulyani adalah membela kepentingan masyarakat.

Wahyudi Martono kepada Tim Focusklaten.net menegaskan agar masyarakat mentradisikan tabayyun alias mengecek kebenaran berita. Jangan mudah masyarakat menelan mentah-mentah pesan-pesan media social.  Masyarakat harus terdidik dan mempercayai media meanstream alias media utama yang terpercaya.

Acara dialog dan deklarasi anti berita sesat alias hoax yang diselenggarakan Bagian Humas Setda Klaten menjadi upaya pencerdasan masyarakat akibat berita bohong pesta kelulusan pelajar yang berujung penganiayaan berbarengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei lalu. Berita hoax di media sosial dikabarkan 18 siswa meninggal dunia dengan foto sadis.  Padahal yang terjadi tidak demikian. Berdasarkan data yang diterima Bagian Humas tercatat 8 siswa luka dari awal konvoi pelajar sebanyak 40 kendaraan. Akhirnya aparat keamanan memeriksa 113 siswa dan mengamankan 138 kendaraan pelaku.

Di ujung acara dialog dan deklarasi itu dilaksanakan penandatangan kesepakatan aksi melawan berita bohong di atas kain putih yang membentang oleh wartawan, pelaku kehumasan, para camat dan jajaran muspida setempat (Jepe75).

 

Baca Juga :

Leave a Reply