Pemkab Klaten Kirim Air Bersih Masyarakat Kaki Merapi

ekonomi & pembangunan

Menjelang puncak kemarau di bulan Agustus,Pemkab Klaten melalui BPBD Klaten mulai melakukan droping air ke sejumlah daerah yang mengalami kekeringan. Tujuh armada dikerjakan untuk melakukan droping air ke tujuh kecamatan, di wilayah Klaten.

Kepada Tim Focusklaten.com Kepala BPBD Klaten, Bambang Giyanta mengatakan akhir Juli ini BPBD Klaten mulai melakukan droping air karena adanya pemerintahan sejumlah pemerintah desa yang mengalami kekeringan.Dalam laporan tersebut,diantaranya di desa panggang, Kemalang yang melaporkan kebutuhan akan air bersih untuk rumah tangga.
“Tahun 2017 ini,ada 7 kecamatan,25 desa yang masuk desa rawan kekeringan, namun, prioritas tetap kecamatan Kemalang yang diperkirakan akan mengalami kekeringan terparah dibandingkan daerah lain,” ujar Bambang Giyanta.

Lebih lanjutan saat penyerahan bantuan droping air di Desa Panggang,Bambang menyatakan anggaran pemerintah untuk melakukan penangangan kekeringan sebesar Rp.100 juta, namun apabila dirasa kurang pemerintah kabupaten bisa mengambil anggaran dana siap pakai sebesar Rp500 juta.dan untuk droping kali ini, prioritas untuk bak bak penampungan umum milik warga.
Menurut Ngatmi Suwarno, warga dusun Ngemplak, RT 01, RW 02, Panggang, Kemalang, mengaku sudah membeli air seharga Rp 120 ribu per tangki untuk kebutuhan air bersih. sejak Juli kemarin warga di dusun ini saat ini sudah membeli air bersih dari swasta untuk mencukupi kebutuhan.

Lebih lanjut Ngatmi, 80 tahun, menjelaskan bahwa semenjak erupsi Merapi 2010, warga desa Panggang tidak lagi bisa mengandalkan air bersih dari sumber Bebeng di lereng Merapi yang selama ini menjadi satu satunya sumber air di tempat tersebut.
“Dengan adanya bantuan droping air bersih dari pemerintah,warga disini bisa sedikit bernafas lega karena kebutuhan air bersih rumah tangganya selama satu Minggu kedepannya tidak lagi membeli,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *