Ir H Tumiyono, MBA: Pemuda Indonesia Merangkul Dunia

ekonomi & pembangunan pendidikan
Plt Bupati Klaten Hj Sri Mulyani (kaos puti) dan Hj Warsini Tumiyana (tiga dari kiri) foto bersama dengan keluarganya pada pembangunan joglo jati terbesar.
Ir H Tumiyana MBA (kanan) dan H Sunarna SE MHum pada acara pemasangan penuwun Joglo jati terbesar.
Ir H Tumiyana MBA dan H Sunarna SE MHum beserta pimpinan Yayasan Kesatriaan Enterpreneur Indonesia memantau pemasangan penuwun joglo jati terbesar.
Ir H Tumiyana MBA didampingi H Sunarna SE MHum, Ir H Suparno dan Nur Iswan SE MA memberi keterangan pers pada acara pemasangan penuwun joglo jati terbesar di Indonesia di Desa Ngerangan, Bayat, Klaten, Sabtu pagi (18/11/2017).

focusKLATEN.net-Pendiri Yayasan Kesatriaan Enterpreneur Indonesia di Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Klaten, Ir H Tumiyono,  MBA dasar pemikiran pendirian Yayasan Kesatriaan Enterpreneur Indonesia adalah untuk membantu pemerintah dalam rangka menyiapkan calon-calon pengusaha muda, sehingga nantinya pemuda Indonesia mampu merangkul dunia.

Demikian dikatakan Ir H Tumiyono,  MBA yang didampingi owner H Sunarna SE MHum, Ir Suparno dan Direktur Eksekutif Yayasan Kesatriaan Enterpreneur Indonesia Nur Iswan SE MA kepada pers di sela-sela pemasangan penuwun atau suwunan Joglo jati terbesar di Indonesia yang dibangun di Yayasan Kesatriaan Enterpreneur Indonesia di Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Klaten, Sabtu siang (18/11/2017).

Menurut Ir H Tumiyono,  MBA, potensi pemuda di Indonesia sangat besar namun selama ini belum ada wadah yang mampu memfasilitasi pemuda Indonesia dalam menyiapkan diri sebagai pengusaha-pengusaha handal. Maka dari itu Yayasan Kesatriaan Enterpreneur Indonesia siap memberikan penddikan dan pelatihan kepada pemuda Indonesia sehingga kelak menjadi pengusaha-pengusaha sukses yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat  Indonesia.

Ir H Tumiyono,  MBA yang juga Pimpinan PT Widodo Makmur Grup mengungkapkan, pendidikan dan pelatihan calon pengusaha nantinya dilatih untuk menemukan ide peluang bisnis. Kemudian bagaimana mendapatkan pembiayaannya, membuat analisa dan laporan keuangan termasuk strategi pemasaran hasil usaha yang dilakukan.

Untuk sistem pendidikannya, kata Ir H Tumiyono,  MBA, akan diberikan secara gratis dan peserta menanggung biaya hidup selama proses pendidikannya. Kemudian tekniknya, nanti setiap kabupaten/kota di Pulai Jawa akan diminta mengirimkan empat orang peserta pendidikan dan kabupaten/kota di luar Pulau Jawa mengirimkan dua peserta pendidikan.

Untuk tenaga pendidikan, tambah, Ir H  Tumiyono,  MBA, akan diambilkan dari jajaran pimpinan  PT Widodo Makmur Grup termasuk jajaran pelatih dari pemerintah. Adapun logo Kesatriaan Enterpreneur Indonesia dengan gambar tiga orang warna warni yang tangannya merangkul bumi sebagai wujud ta-cita Kesatriaan Enterpreneur Indonesia sebagai wadah mencetak calon pengusaha yang tidak membedakan suku, agama dan ras sehingga seluruh pemuda Indonesia mampu eksis berusaha untuk merangkul dunia.

Sementara itu Direktur Eksekutif lokasi Yayasan Kesatriaan Enterpreneur Indonesia Nur Iswan SE MA mengungkapkan, jenis pelatihan yang diberikan kepada para calon-calon pengusaha bisa bersifat baru atau ide usaha baru maupun usaha yang selama ini ada. Misalnya, usaha batik, lurik dan aneka jenis usaha mikro kecil menengah (UMKM) ang selama ini telah ada.

Nur Iswan SE MA optimis denga pembangunan dan pendirian Yayasan Kesatriaan Enterpreneur Indonesia di Ngerangan, Bayat, Klaten maka dari Klaten akan menghasilkan pengusaha-pengusaha sukses. Sehingga nantinya Yayasan Kesatriaan Enterpreneur Indonesia dapat berkontribusi secara nyata untuk kemajuan Bangsa Indonesia. (Paidi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *