Menikmati Serunya Soto Berjamaah Sambil Mentadzaburi Alam di Masjid Al Klaten.

ekonomi & pembangunan pendidikan politik & pemerintahan

Focusklaten (31/03/18)– Mentari (1/4/18)  yang menyinari pelataran Masjid Al Aqsa ahad pagi itu begitu cerah.  Kehangatan sinar alam itu menyusup di antara jamaah sholat subuh yang memadati masjid agung terbesar di bumi Klaten itu membaur dalam canda ceria menikmati makanan soto berjamaah antara Bupati Klaten Sri Mulyani dan masyarakat sekitar.

Bupati Klaten Sri Mulyani sebagaimana dikutip Tim Focusklaten mengatakan akan lebih senang jika makanan yang disediakan panitia di acara gerakan subuh berjamaah itu kurang dari persediaan.  Artinya kata Sri Mulyani jamaah sholat subuh yang digelar Pemkab Klaten bersama takmir Masid Al Aqsa Klaten sukses karena semangat menegakan sholat lima waktu, khususnya sholat subuh disambut baik masyarakat.  Gerakan sholat subuh akan menjadi bagian program pemerintah, kata Sri Mulyani sebagai gerakan bersama menyentuh sampai para kepala desa agar ke depan sholat di masjid menjadi perilaku masyarakat muslim Klaten.

Hukma salah satu bocah 11 tahun yang tercatat sebagai siswa SD Islam Terpadu Hidayah Klaten kepada Tim Focusklaten mengatakan sengaja ikut ayah untuk mengikuti gerakan sholat subuh apalagi dilaksanakan di Masjid al Aqsa Klaten.  Selain bisa sholat subuh berjamaah, acara menjadi lebih seru kata Hukma karena bisa kumpul-kumpul dengan saudara muslim lain dan bisa menyantap soto gratis bersama Bupati Klaten.  Sayang kata Hukma belum bisa foto bersama dengan Bupati Klaten Sri Mulyani, padahal sudah lama  ingin banget selfi dengan bupati.

Gerakan sholat subuh berjamaah menjadi terobosan baru Bupati Klaten Sri Mulyani membangun masyarakat Klaten.  Sholat subuh berjamaah melibatkan pejabat di lingkungan Pemkab Klaten berbaur bersama masyakat.  Acara diisi tausyiah oleh KH Mukhlish Hudaf yang mengangkat tema lima pesan menghadapi carut marut kehidupan dilanjutkan makan soto berjamaah di pelataran Masjid Al Aqsa Klaten bersama Bupati Klaten dan masyarakat  (Jepe).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *