Kebanyakan Pengungsi Merapi di Balerante Balita dan Lansia

ekonomi & pembangunan politik & pemerintahan

Focusklaten (1/06/18)– Para pengungsi Balerante, Kemalang, Klaten didominasi kelompok balita dan lansia, khususnya di siang hari pasca erupsi Merapi Jumat pagi lalu (1/6/18).

Wanita lanjut usia tampak berkumpul di teras Gedung pengungsian di balai desa Balerante sambal bercakap dengan teman sebaya.  Wajah sumringah terpancar sesaat ketika Bupati Klaten Sri Mulyani dan Sri Puryono Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah mengajak berbincang ringan.  Sebagai yang lain tidur di atas matras yang berada di dalam Gedung.  Ada juga balita tampak digendong ibunya didamping petugas kesehatan dan tagana yang merawat kesehatan dan kecukupan pangan selama di pengungsian.

Tomi (50) perngkat desa Balerante kepada Tim Focusklaten menjelaskan kalau siang hari para pengungsi khususnya laki-laki, warga naik bekerja dan melihat rumah.  Sementara di titik pengungsian Balerante masih tercatat 4 balita dan 7 lansia. Titik pengungsian Balerante yang berjarak 9,2 km dari puncak Merapi menjadi salah satu titik pengungsian warga selain tiga selter lainnya.   Untuk kebutuhan logistic kata Tomi sesaat setelah terjadi erupsi kemaring petugas dari BPBD Klaten bekerja cepat mengirimkan sembako dan kebutuhan darurat.

Jaenu alias Ki Reksogiri perangkat desa Balerante kepada Tim Focusklaten menjelaskan pengungsian balai desa akan ramai di malam hari.  Pengungsi bisa mencapai 70 sampai 100 orang.  Jaenu menjelaskan selain menjaga pengungsi dirinya dan relawan terus memantau perkembangan Merapi di pos pemantauan berjarak 5 km dari titik terdekat

 (jepe).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *