Home > ekonomi & pembangunan > Klaten Memantapkan Sebagai Kabupaten Penghasil Benih Padi Unggul

Klaten Memantapkan Sebagai Kabupaten Penghasil Benih Padi Unggul

Focusklaten.net (29/06/18) Panen raya padi Program Agro Tehcno Park (ATP) kerja bareng Pemkab Klaten dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk menghasilkan varietas padi unggul di Sentono, Karangdowo (Kamis, 18/06/18) kian memantapkan Klaten sebagai kabupaten penghasil benih padi unggul tingkat nasional.

Sunarno Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Klaten kepada Tim Focusklaten menjelaskan program ATP merupakan pengembangan sistim pertanian terpadu berbasis teknologi yang tidak saja focus pada produksi padi tapi juga dikombinasikan dengan ternak sapi dan olah tanam kedelai.  Di lahan pertanian Sentono, Karangdowo dikembangkan produksi padi seluas 10 hektar awalnya. Namun sekarang dikembang menjadi 390 hektar mencakup wilayah kecamatan Trucuk, Cawas, Manisrenggo dan Ceper.  Varietas yang ditanam meliputi Sidenuk, Woilla, Cilosari dan Bestari.  Rata-rata produksi padi program ATP mencapai 8-9 ton per hektar.  Para petani yang diwadahi dalam kelompok tani program ATP ini kata Sunarno selain dibantu program pendampingan juga latih belajar melalui studi bandin juga, pelatihan manajemen usaha.

Sementara itu Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutan yang dikutip Tim Focusklaten meminta petani untuk kompak tanam padi serentak.  Hal ini dimaksudkan agar memudahkan penanganan hama dan hamparan lahan terlihat lebih baik.  Selain itu Bupati Sri Mulyani juga mengingatkan agar para petani tidak lupa sedekah dengan gemar berbagi setiap kali panen agar diberikan keberkahan yang melimpah.

Disaksikan para petani dan juga didampingi pejabat Forkompinda, Palguna Margono sekretaris Umum Batan, Bambang Sriyanto anggota Komisi VII DPR RI dan sejumlah pejabat setempat Bupati Klaten Sri Mulyani melaksanakan panen raya padi program Agro Tehcno Park (ATP) di Sentono Karangdowo Klaten.  Panen padi ditandai dengan pemotongan batang padi yang sudah menguning.  Bupati Sri Mulyani juga menyempatkan mengelilingi pematang sawah mengendarai sepur mini bersama pejabat di sepanjang jalan sawah yang dihiasi tanaman refugia yang banyak mengering (jepe).

Baca Juga :

Leave a Reply