Home > pendidikan > Bangsa Indonesia Krisis Keindahan Jiwa

Bangsa Indonesia Krisis Keindahan Jiwa

Focusklaten.net (28/06/18) Bangsa Indonesia perlu membangun keindahan jiwa khususnya para aparatur sipil negara untuk membentuk karakter bangsa yang kuat dan tangguh agar terhindar dari krisis kekayaan jiwa. Demikian hikmah Ramadhan yang disampaikan Ustad Jepri dalam acara Halal bi halal keluarga besar Bagian Humas Setda Klaten dan insan pers di Gedung Sunan Pandanaran komplek RSPD Klaten.

Dihadiri Rony Roekmito Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra, Sri Winoto Asisten Administrasi Setda Klaten dan Wahyudi Martono Kepala Bagian Humas Klaten, Ustad Jepri mengungkapkan keprihatinan banyaknya pejabat negara dan daerah yang ditangkap KPK akibat tindak korupsi. Parahnya lagi kasus itu terjadi di bulan suci. Hal ini menjadi indikasi tidak sedikit pejabat negara dan daerah yang melupakan petuah luhur pendiri bangsa, padahal petuah itu sering diucapkan dan didengarkan.

Petuah pendiri bangsa itu tertuang dalam bait Indonesia Raya yakni ungkapan “Bangumlah jiwanya, bangunlah badannya”. Anak bangsa saat ini banyak melupakan sejarah padahal jika bangsa ini ingin maju, kuat dan tangguh maka setiap anak bangsa harus mengutamakan membangun keindahan jiwa. Kekayaan jiwa itu seperti sikap bekerja tanpa pamrih, bekerja amanah, jujur dan adil, membiasakan disiplin, berjiwa dermawan, sabar tidak mudah marah termasuk tidak berjiwa pendendam.

Selain itu membangun Klaten kata Ustad Jepri tentunya bukan semata-mata tanggung-jawab pemerintah. Pers mempunyai peran penting dengan berita-berita yang membangun sikap positivisme. Bukan tidak mungkin dengan pena berita yang tajam memperjuangan kebenaran dan menegakan keadilan kata Ustad Jepri menjadi sarana insan pers masuk surga. Tidak beda dengan seperti kisah sahabat yang cacat dan dilarang nabi untuk maju berperang. Tapi sahabat itu menjawab dengan kata – kata yang heroik “saya ingin masuk surga dengan kaki yang pincang”. Membangun keindahan jiwa menjadi modal menjawab tantangan bangsa ke depan sebagai bagian hikmah turunnya perintah puasa Ramadhan.

Rony Roekmito kepada Tim Focusklaten menjelaskan agar pers bisa menjadi mitra pemerintah terkait penyebarluasan informasi program – program pemerintah. Salah satunya adalah proses seleksi pengadaan perangkat desa yang terbilang sukses dan tinggal menyisakan kasus Gadungan, Wedi yang saat ini menuju proses penyelesaian. (jepe).

Baca Juga :

Leave a Reply