Home > politik & pemerintahan > Perangai Para Perangkat Desa Yang Baru Mulai Dikeluhkan

Perangai Para Perangkat Desa Yang Baru Mulai Dikeluhkan

Focusklaten.net (11/07/18) Para perangkat desa yang baru diminta bisa meningkatkan  kinerja pemerintah desa menjadi lebih baik terutama bisa membangun kerja sama antar perangkat khususnya mendukung kinerja kepala desa.

Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutan acara  Sosialisasi Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Klaten di Pendopo Ageng Pemkab Klaten (Rabu,11/07/18) melalui Tim Focusklaten mengeluhkan para perangkat desa yang baru dilantik yang belum bisa harmonis dengan kepala desa. Perangkat desa yang baru kebanyakan generasi muda diminta tetap menghormati perangkat yang lebih tua dan bisa bekerja sama dengan baik.  Kalau diajak  yang tidak baik kata Bupati Sri Mulyani jangan mau,tapi menjaga sikap menghormati dan menghargai yang lebih tua tetap wajib.

Hari Wibowo (42) Kepala Desa Mlese, Ceper, Klaten saat bincang-bincang dengan Tim Focusklaten disela- sela acara sosilisasi TP4D membenarkan adanya informasi tentang perilaku para perangkat kerja yang sulit bekerja sama dengan perangkat kerja yang lain.  Masalah lain kata Hari Wibowo adalah etika kerja.  Bahkan ada perangkat yang justeru mendorong penggantian kepala desa kata Hari Wibowo yang dirasa meresahkan dan mengganggu iklim kerja pemerintahan desa.

Jaka Purwanto Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa  (Bapermasdes) Klaten saat dikonfirmasi Tim Focusklaten terkait keluhan etika perangkat desa menyatakan akan mempersiapkan pembekalan bagi para perangkat desa yang baru dilantik.  Direncanakan pembekalan dalam kegiatan Pembinaan Teknis atau bintek dalam waktu dekat di tahun anggaran 2018. Salah satu materi yang ditekankan adalah tata kerja pemerintahan desa. Karena jumlah perangkat yang banyak saat ini kata Jaka Purwanto sedang dipersiapkan waktu dan tempat pelaksanaannya.

Berdasarkan data yang dihimpun Tim focusklaten  Pemkab Klaten kali pertama melaksanakan seleksi terbuka dengan ujian serempak pengisisan perangkat desa Ahad 29 April 2018 memperebutkan 965 kursi lowongan yang ada.  Jumlah pendaftar mencapai 7.336 orang tersebar di 376 desa melibatkan panitia uji dari akademisi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Universitas Widya Dharma (Unwida) Klaten dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta  (jepe).

Baca Juga :

Leave a Reply