Home > kesehatan > Kasus Kekerasan Anak Di Klaten Butuh Perhatian Serius

Kasus Kekerasan Anak Di Klaten Butuh Perhatian Serius

Focusklaten.net (6/08/18) Kasus kekerasan anak di Kabupaten Klaten kurun tiga tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Tercatat 2015 ada 29 kasus, 2016 meningkat signifikan ada 41 kasus dan 2017 ditemukan ada 49 kasus kekerasan anak.

Berdasarkan database Klaten Layak Anak tercatat  2017 ada 48 kasus dengan 13 kasusnya adalah kekerasan seksual anak. Sedangkan 2016 terdapat 41 kasus kekerasan anak.  Yang memprihatinkan sebanyak 28 kasus diantaranya adalah kategori kekerasan seksual atau hampir 60 persen.  Sisanya 11 kasus adalah kekerasan fisik dan yang lain adalah penelantaran. Sedangkan di 2015 ada 29 kasus dimana 20 adalah kekerasan seksual terhadap anak.  Dari kasus kekerasan seksual anak itu kebanyakan menimpa anak perempuan. Salah satunya adalah kasus kekerasan anak 2016 terjadi di Desa Puluhan, Kecamatan Tulung Klaten yang menimpa bocah 1 tahun yang diperkosa 6 anak remaja yang setelah ditelesik petugas gara- gara gemar minuman keras dan menonton video porno.

Hari Saroso (49) Kepala Seksi Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Klaten saat bincang-bincang dengan Tim Focusklaten (Senin, 6/8/18) membenarkan kasus kekerasan anak cenderung meningkat.  Kasus ini kata Hari Saroso yang ditangani pemerintah. Kasus terakhir yang menonjol 2017 dan sempat viral di media sosial adalah kasus seorang ibu warga Bayat yang menyeret anaknya dengan kendaraan.  Saat ini kasus sudah ditangani khususnya sang ibu yang bermasalah.

Hidayatush Sholikhakh (30) praktiasi sekaligus penggiat KLA saat penyuluhan non fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung II di balai desa Mayungan, Ngawen, Klaten (Selasa,29/07)  membenarkan kalau kasus kekerasan anak di Klaten cenderung meningkat.  “Kasus kekerasan anak di Klaten umumnya disebabkan kurangnya kasih sayang dalam keluarga.  Kebutuhan 80% anak adalah kebutuhan mental. Spiritual dan psikososial sedang sisa 20% adalah kebutuhan sandang,pangan dan papan.  Repotnya kalau anak tidak mendapatkan kasih sayang keluarga, maka anak akan mencari lingkungan lain yang bisa menyayominya.  Dan inilah awal bencana ketika anak salah dalam pola pengasuhan.  Dari sini banyak kasus kekerasan anak terjadi” kata Mbak Ida biasa akrab disapa.

Ida menjelaskan substansi perlindungan anak adalah bagaimana untuk mencegah, merespon dari kekerasan, ekspoitasi, penelantaran, perlakuan salah terhadap anak.  Apalagi sepertiga penduduk Indonesia termasuk wilayah adalah Klaten adalah kategori anak-anak. Tidak sedikit kata Ida kasus penelantaran menyebabkan lahir komunitas anak jalanan.   Salah satunya kasus adalah adanya komunitas cewek Racing yang gemar kebut-kebutan di tengah malam yang biasanya ditemukan di jalan Jatinom-Boyolali adalah akibat lemahnya kasuh sayang orang tua.

Anak adalah peniru yang cerdas atau istilah children see, children do.  Kasih sayang dan pola pengasuhan yang baik menjadi upaya efektif perlindungan anak pesan Ida karena keluarga menjadi guru terbaik bagi anak (jepe).

Baca Juga :

Leave a Reply