Bismillah, Pemkab Klaten Akan Menjaga Istiqomah Gerakan Sholat Subuh Berjamaah

pendidikan politik & pemerintahan sosial & budaya

Focusklaten (01/09/18)-Pemkab Klaten melalui Bupati Klaten Sri Mulyani akan mengawal sungguh-sungguh dan istiqomah Gerakan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid sebagai salah satu terobosan sekaligus program membangun karakter umat islam membawa Klaten lebih bersinar, Klaten yang maju, mandiri dan berdaya saing.

Bupati klaten Sri Mulyani yang hadir dan memberi sambutan di acara Klaten Berdzikir dan Bersholawat bersama Habib Syeach Bin Abdul Qodir Assegaf berlangsung di Lapangan Desa Cawas, Cawas, Klaten Jumat malam ( 31/08/18) melalui Tim Focusklaten mengatakan “Klaten berdzikir dan bersholawat untuk melantunkan doa-doa ke langit agar bangsa Indonesia dan bumi Klaten utama terjaga dari balak dan bencana. Warga Klaten harus menjauhi dosa dan maksiat.  Umat islam harus menjadi hidup dalam ketaatan dan kesholehan.  Seluruh umat islam dan warga Klaten harus menjaga diri dalam ibadah dan jangan sekali-sekali mudah berbuat dosa yang ujungnya mengundang balak dan bencana”.

Dihadapan ribuan syeachmania yang sejak magrib mulai memadati lapangan Desa Cawas berasal dari berbagai pelosok daerah, Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan kata kunci menembus keberkahan langit dan mengharap keberkahan bumi hanya dengan menjaga keimanan yang bersih dan takwa yang sesungguhnya.  Bencana gempa bumi di Lombok cukuplah menjadi pengingat agar seluruh warga Indonesia kembali membangun ketaatan dan kesholehan yang mungkin lupa kita kerjakan.  Apa yang akan terjadi esok adalah perkara yang ghoib.  Bagaimana nasib bangsa Indonesia dan bumi Klaten semata di tangan Allah Subhannahu Watta Alla.  Tapi sebagai umat yang beriman, kita sangat percaya bahwa perkara yang ghoib itu hanya bisa ditembus dengan doa dan amal sholeh.

Habib Syeach Bin Abdul Qodir Assegaf ulama kondang asal Solo yang memimpin acara Klaten Berdzikir dan Bersholawat dihadapan ribuan Syeach mania seperti dikutip Tim Focusklaten berpesan agar umat ini kuat jangan pernah berkarakter seperti lalat yang hanya membuat kotor, merugikan dan mencelakakan orang lain.  Habib Syeah berpesan jadilah seperti kumbang alias tawon yang hinggap di tempat yang indah seperti majelis ilmu dan dzikir kemudian terbang menebar manfaat bagi umat. (Jepe).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *