Dua Pohon Raksasa Menjadi Penunggu Sendang Sapu Jagat

wisata

Focusklaten (03/09/18)-Masyarakat Klaten dan sekitarnya mungkin masih terasa asing dengan sendang Sapu Jagat.  Tapi siapa sangka, sendang dengan mata air abadi yang terletak di pinggir Desa Tambongwetan, Kalikotes, Klaten itu konon tak pernah kering biar pun di kemarau panjang sebab ditunggui dua pohon ringin raksasa yang berdiri kokoh membersamai.

Lasiman (50) salah satu tokoh desa kepada Tim Focusklaten di sela-sela acara Kirab Budaya Sendang Sapu Jagat,  Sabtu (25/08) menjelaskan sendang dan dua pohon ringin raksasa ini sudah berumur ratusan tahun.  Di zaman Belanda Sendang Balong dan Sendang Sapu Jagat seperti bersaudara.  Oleh Belanda dibuatkan saluran air tembus yang menghubungkan ke dua mata air. Pada kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2017 lalu oleh pemerintah Sendang Sapu Jagat dilakukan pengerukan karena sedimentasi.  Oleh pemerintah desa setempat lalu ditaburi benih ikan.  Sayangnya kata Lasiman ada saja orang mengambil ikan dengan listrik sehingga merusak habitat ikan.  Dengan Kirab Budaya Sendang Sapu Jagat dimaksudkan untuk membangun komitmen untuk pengembangan wisata desa.

Parno (42) warga setempat menjelaskan selama ini  Sendang Sapu Jagat baru dimanfaatkan untuk pengairan air sawah.  Selain itu sendang juga digunakan masyarakat sekitar untuk mancing. Perhatian pemerintah kata Parno diharapkan agar Sendang Sapu Jagat dibangun lebih baik sehingga dikenal dan diminati masyarakat untuk berwisata.

Pemerintah Desa Tambongwetan Kalikotes menggelar Kirab Budaya Sendang Sapu Jagat (Sabtu,25/08) persis di dekat makam tua desa setempat.  Acara meliputi arak-arakan kesenian jatilan, hadroh, gunungan hasil bumi, drun band dan laras madyo yang berangkat dari Balai Desa Tambong Wetan menuju Sendang Sapu Jagat melintasi jalan desa disaksikan warga sekitar (Jepe).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *