Home > ekonomi & pembangunan > Kuliner Klaten, Bakmi Jawa Jumali Konon Jadi Langganan Bupati

Kuliner Klaten, Bakmi Jawa Jumali Konon Jadi Langganan Bupati

Focusklaten (08/09/18) – Klaten memang dikenal sebagai kota kuliner. Sepanjang jalan kota menjamur penjaja makanan yang menyuguhkan hidangan bagi pemuja kuliner.  Salah satu kuliner itu adalah Bakmi Jowo Jumali. Penjaja makanan khas bakmi Jowo yang terletak Jalan Yogya-Solo persis di depan Mebel Harto Ngaran Mlese Ceper Klaten itu konon langganan mantan Bupati Klaten Sri Hartini. Cita rasa masakan bakminya yang khas membuat warung makan bakmi Jawa yang tiga tahun dirintis bersama keluarga tak pernah sepi pelanggan.

Bagi penggemar masakan mie rebus atau bakmi godog tidak sempurna sebelum mencicipi masakan bakmi Jawa Jumali.  Kuahnya yang segar dicampur sayuran yang segar dan dimasak alami, bakmi Jawa Jumali adalah menu sehat untuk semua kalangan. Duduk lesehan di tikar bersama keluarga sambil sesekali menerawang langit yang cerah, bisa merajut kehangatan bersama keluarga.  Belum lagi teh manisnya yang ginastel alias legi panas tur kentel, menjadikan pelanggan tak ingin segera beranjak menikmati malam sambil menyantap hidangan bakmi rebus yang panas.

“Dulu mas, Ibu Bupati Sri Hartini (red: sebelum bupati sekarang Sri Mulyani) sering mampir ke warung saya.  Biasanya malam hari ketika berangkat dari rumah aslinya di Tloyo, Wonosari atau ketika habis dinas malam. Beliau waktu itu penggemar bakmi godok” kata Jumali di sela – sela melayani para pelanggannya saat bincang-bincang dengan Tim Focusklaten (Sabtu, 8/9) di warung makannya. Ditanya tentang resep rahasia memaksa Jumali menjelaskan penyajian selain  harus ramah kepada pelanggan, untuk  citra rasa harus dijaga.  Selain itu  bahan bakar memaksa dari arang kayu dan cara memasaknya satu-satu maksimal dua kalau memang memaksa.

Kepada Tim Focusklaten Jumali (54) yang tercatat warga Noloprayan, Ketandan, Klaten Utara bercerita sudah tiga tahun merintis warung bakmi Jawa bersama istri dan dua anaknya.  Selain tercatat sebagai karyawan SMK Negeri 4 Klaten, Jumali berjualan bakmi Jawa sepulang kerja.  Terletak di timur perempatan RSI Klaten persis di seberang jalan Stikes Duta Gama Klaten,  Jumali bersama keluarga membuka usaha berjualan bakmi Jawa sejak jam 17.00 Wib.  Bakmi godok atau mie rebus menjadi menu favorit pelanggan.  Dalam sehari 8 sampai 9 kg bakmi habis terjual.  Untuk menu nasi goreng bisa menghabiskan 4 sampai 5 kg beras.

“Awalnya saya hanya membantu memasak di sebuah warung bakmi Jawa terkenal di sekitar RSI Klaten.  Ada pelanggan mengatakan kepada saya kalau masakan saya enak dan harus minta saya yang memasaknya” kata Jumali saat bercerita awal merintis usahanya.  Sejak saat itu, Jumali kemudian memutuskan untuk membuka usaha sendiri sampai sekarang (Jepe).

Baca Juga :

Leave a Reply