Home > ekonomi & pembangunan > Kereta Kraton Surakarta Ikut Meramaikan Kirab Budaya Soropaten

Kereta Kraton Surakarta Ikut Meramaikan Kirab Budaya Soropaten

Focusklaten (15/09/18) – Masyarakat tampak menyemut di sepanjang jalan di dusun Pandanan, Soropaten, Klaten seolah panas dan debu tak dihiraukan.  Antusias warga terbayar lunas tidak saja bisa menyaksikan iring-iringan gunungan apem dan hasil bumi, tapi juga melihat dan mengabadikan kereta dan pasukan Keraton Surakarta berikut Bupati Klaten Sri Mulyani yang didaulat melintas dan menaiki kereta kencana sejak pintu masuk penjeputan di batas desa.

Sebelum acara dimulai warga sudah membanjiri bangsal Sri Dadi Mulya yang terletak di samping makam desa. Fragmen Eyang Pandanan alias Ki Karsarejo yang dimainkan seniman Omah Wayang menjadi suguhan warga yang bercerita tentang asal muasal dusun Pandanan. Fragmen yang berjudul Babad Alas Pandanan itu menceritakan kisah perjuangan  Eyang Karsarejo sebagi cikal bakal dusun Pandanan mengawali kehidupan masyarakat setempat.  Adanya pageblug alias bencana dilakoni Ki Karsarejo dengan banyak sedekah. Adanya dua buah gunungan apem dan hasil bumi sudah dihias dan siap diarak menjadi wujud syukur warga Pandanan dan diperebutkan warga sesaat setelah dikirab.

Setelah fragnem berakhir, para seniman, muslimat hadroh, marching band, jatilan, reog berikut pasukan dan kereta Keraton Surakarta bersiap untuk dikirab.  Tak lupa dua gunungan apem dan hasil bumi menjadi incaran warga untuk diperebutkan.  Iring-iringan kirab budaya Soropaten dimulai sesaat setelah Bupati Sri Mulyani memukul gong pertanda jalannya kirab persis di pojok Bangsal Si Dadi Mulya.

Sri Nugroho (40) panitia sekaligus keturunan Eyang Karsarejo melalui Tim Focusklaten mengatakan di dusun Pandanan menjadi saksi sejarah tedak atau rawuhnya orang penting.  Tokoh penting seperti Bung Karno, Paku Buwono X dari Keraton Surakarta sampai menantu Ki Ageng Gribig menjadi tokoh yang berperan dalam pengembangan dusun Pandanan.  Bahkan kata Sri Nugroho, dua menantu Ki Ageng Gribig sumare atau di makamkan di makam desa Pandanan.

Sementara itu Bupati Klaten Sri Mulyani kepada Tim Focusklaten mengatakan agar kirab budaya Soropaten dikemas sebagai destinasi wisata.  Selain itu acara kirab budaya diharapkan bisa menjadi perekat kerukunan dan membangun semangat gotong-royong, karena kerukunan itu yang menjadi modal membangun Klaten yang bersinar yakni Klaten yang maju, mandiri dan berdaya saing (Jepe).

Baca Juga :

Leave a Reply