Home > ekonomi & pembangunan > Klaten Market Job Fair 2018, Kaum Difabel Direkomendasikan Diterima Kerja

Klaten Market Job Fair 2018, Kaum Difabel Direkomendasikan Diterima Kerja

Focusklaten (18/09/18) – Bursa tenaga kerja atau Klaten Market Job Fair 2018 yang diselenggarakan Pemkab Klaten kali ini dikemas agak berbeda. Bukan saja anemo pendaftar yang tetap saja membanjir, oleh panitia penyelenggara tak lupa disiapkan meja pendaftaran khusus kalangan difabel sekaligus direkomendasikan  agar bisa diterima dan dipekerjakan perusahaan peserta Job Fair.

Acara Klaten Market Job Fair 2018 dibuka langsung Bupati Klaten Sri Mulyani  bertempat di Gedung Sunan Pandanaran Klaten (Selasa,18/9). Acara yang bakal berlangsung dua hari sejak 18 sampai 19 September 2018 ditargetkan bisa menyerap 2.500 tenaga kerja baru tersebar di 50 perusahaan baik dalam dan luar negeri. Pembukaan ditandai pemotongan pita di depan pintu masuk Gedung Sunan Pandanaran dilanjutkan peninjauan lokasi Jobfair.

Sartiyasta selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klaten dalam laporannya menjelaskan acara Klaten Market Job Fair 2018 ada yang berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya.  Klaten Market Job Fair 2018 oleh panitia penyelenggara disiapkan meja layanan pendaftaran bagi komunitas difabel.  Bagi komunitas difabel bisa menemui panitia akan dibantu penyalurannya bagi perusahaan peserta Klaten Market Job Fair 2018 untuk direkomendasi bisa diterima kerja.  Selain kata sartiyasto Klaten Market Job Fair 2018 sangat efektif mempertemukan perusahaan penyedia lapangan kerja dengan pencari kerja sehingga mampu mengurangi pengangguran di Klaten.

Prasetya Wijayanto pejabat fungsional pengantar tenaga kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja kepada Tim Focusklaten (Selasa,18/9) menjelaskan belum banyak perusahan Klaten yang ramah difabel.  Salah satu perusahaan yang banyak mempekerjakan komunitas difabel kata Prasetya adalah PT Globalindo yang beralamat di Ngaran, Mlese, Klaten.  Perusahaan yang memproduksi linjery ini sudah mempekerjakan 40 sampai 100 pekerja dari komunitas difabel.  Bahkan perusahaan Globalindo yang ramah difabel ini kata Prasetya diakui dan menerima penghargaan dari Kementerian Tenaga kerja RI (Jepe).

Baca Juga :

Leave a Reply