Home > kesehatan > Gedung Layanan Posyandu Banyak Masih Nebeng

Gedung Layanan Posyandu Banyak Masih Nebeng

Focusklaten (04/10/18) – Program Pos Pelayanan Terpadu alias posyandu yang melayani kesehatan bayi dan balita di Klaten kebanyakan belum memiliki gedung tersendiri alias nebeng di rumah penduduk.  sementara  pelayanan posyandu dengan gedung sendiri menjadi indikator penting penilaian atas keberhasilan yang menyasar bayi dan balita.

Data Dinas Kesehatan menyebutkan saat ini Kabupaten Klaten memiliki 2.268 kelompok posyandu tersebar di 399 desa serta 12 kelurahan di 26 kecamatan yang ada.  Dari data itu 11 kelompok masuk kategori posyandu pratama, 124 kategori posyandu madya, 1124 kategori posyandu purnama dan sisanya 1000 kelompok masuk kategori posyandu mandiri.  Dari jumlah posyandu yang ada baru 28 kelompok posyandu yang memiliki gedung sendiri.

Dr Sri Sundari Indriastuti M.Kes Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat saat mengisi acara Rapat Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu Kabupaten di Rumah Makan Mayar Klaten (Kamis, 4/10) melalui Tim Focusklaten membenarkan masih banyak layanan posyandu yang belum memiliki gedung sendiri. “Kebanyakan posyandu Klaten masih nebeng atau menumpang di rumah pemduduk” kata Sri Sundari. Contohnya saja posyandu Jambean, Karanganom Klaten posyandu masih bertempat di rumah penduduk.  Namun subtansinya kata Sri Sundari bagaimana organisasi perangkat daerah (OPD) dengan program kegiatannya bisa terintegrasi dengan program posyandu.  Kegiatan itu misalnya program Kampung KB, Desa Layak Anak dan sebagainya. Integrasi kegiatan itu tidak saja melibatkan OPD, bisa ormas, lembaga profesi bahkan pelaku usaha.

Winarno dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sekaligus narasumber acara Rapat Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu Kabupaten Klaten menjelaskan program posyandu saat ini masih menjadi program menu pilihan belum menjadi program prioritas.  Bagi Kementerian Desa dan Pengembangan Desa Tertinggal masih menempatkan prioritas penggunaan dana desa untuk  kegiatan fisik seperti pembuatan embung, infrastruktur atau pengembangan badan usaha milik desa.  Untuk menjadikan program posyandu sebagai program prioritas dengan pemihakan dana desa masih membutuhkan perjuangan panjang.

Pada pengujung 2018 Pemkab Klaten melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa akan melaksanakan penilaian lomba posyandu tingkat kabupaten.  Sebanyak 6 enam akan menjadi obyek penilaian melalui tim penilaan gabungan.  Desa dengan posyandu terbaik akan dilaporkan dan selanjutnya diikutsertakan lomba posyandu tingkat Jawa Tengah (jepe).

Baca Juga :

Leave a Reply