Menyulap Dinding Kantor BPKP Yogyakarta Tidak Sekedar Benda Mati.

ekonomi & pembangunan politik & pemerintahan

Focusklaten (03/10/18) – Sekali menginjakan kaki di komplek perkantoran Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Yogyakarta sekilas tidak ada bedanya dengan kantor pemerintah lainnya.  Tapi begitu masuk ke dalam bakal terkesan fasilitas gedung begitu ramah karyawan khususnya pengunjung atau tamu.  Dinding atau speker kantor itu tidak lagi menjadi benda mati, tapi jadi sarana pengirim pesan yang efektif bagi karyawan untuk berperilaku baik biarpun sekedar buang air kecil.

Fasilitas yang ramah bagi karyawan dan tamu itu dapat dilihat dari pesan stiker di dinding kantor atau sumber pengeras suara melalui speker yang dipasang di pojok-pojok ruang. Adanya pesan itu memberi kesan adanya kenyamanan lingkungan kerja yang mendukung kinerja organisasi yang menyangkut perilaku sehat dan aktifitas ibadah.  Pesan itu seperti pengingat waktu sholat, jalur evakuasi jika terjadi bencana, pesan kebiasaan hemat air, informasi tingkat dehidrasi dari indikasi kekeruhan air kencing maupun tata ruang. Pesan berupa stiker yang ditempel dinding misalnya ynag menjelaskan tingkat kekeruhan air kencing kaitannya kecukupan air dalam tubuh. Disebutkan dalam stiker dinding itu jika air kencing yang warna coklat menunjuk tingkat dehidrasi kritis, kalau kuning menunjukan kurang minum dan putih menunjuk tubuh dalam kondisi normal alias tidak kekurangan air.

Hariyadi (40) salah satu peserta Workshop Implementasi Sistim Pengendalian Internal Pemerintah alias maturitas  asal Satpol PP Klaten mengaku ada beberapa kesan menarik dari fasilitas BPKP Yogyakarta khususnya sistim pengingat sholat. Di ruang pertemuan dan kerja ada pengeras suara yang mengingatkan karyawan untuk sholat.  Ketika mau sholat luhur misalnya kata Hariyadi ada pesan suara yang mengatakan waktu sholat sholat luhur kurang lima menit.  Lalu para karyawan diminta segera bersiap untuk menjalankan sholat.  Pesan pengingat ini kata Hariyadi pantas  untuk dicontoh agar karyawan tidak saja bekerja, tapi waktu bekerja itu tidak menghalangi karyawan untuk tetap beribadah.

Hal senada disampaikan Sanda Trapsila (41) peserta workshop lainnya.  Sebatas mengingatkan karyawan untuk beribadah seperti dilakukan di kantor BPKP Yogyakarta kata Sanda adalah langkah yang bagus untuk membangun kenyamanan bekerja.  Kalau suara adzan mungkin akan menimbulkan polemik.  Tapi sekedar mengingatkan untuk sholat kata Sanda masih sesuatu yang wajar. 

Sebanyak 75 peserta perwakilan OPD di lingkungan Pemkab Klaten mengikuti Workshop Implementasi SPIP di Aula Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Yogyakarta selama 2 hari dari 2-3 September 2019. Peserta workshop adalah pejabat atau ASN yang menyusun perencanaan di OPD masing-masing.  Selain mendapatkan pembekalan penyusunan SPIP, tak disangka para peserta mendapatkan pesan dan kesan mendalam seperti pengingat sholat, pemanfaatan air yang efektif yang mendukung kenyamanan kerja (Jepe).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *