Home > ekonomi & pembangunan > Inovasi Warga, Sampah Warga Gatak Ditabung Buat Sekolah.

Inovasi Warga, Sampah Warga Gatak Ditabung Buat Sekolah.

Focusklaten (13/10/18) – Warga Gatak, Delanggu, Klaten memang kreatif dalam mengolah sampah.  Tidak saja membuat lingkungan desa menjadi bersih dan asri, sampah oleh para warga Gatak dipilah dan dikumpulkan melalui bank sampah bersinergi dengan kegiatan  Pos Pelayanan Terpadu Anak alias Posyandu  Siwi Asih 3 yang terletak disamping balaidesa.

Tak ubahnya sebuah kantor perbankan, dua orang resepsionis wanita siap melayani nasabah yang ingin menabung sampah lengkap dengan meja panjang dan buku tabungan.  Di depan meja resepsionis sudah menumpuk berkarung-karung sampah seperti botol, kertas, perabot rumah tangga dan plastik.  Tak ketinggalan disamping meja sudah tersedia timbangan digital yang siap untuk menimang berapa pun sampah yang dibawa para nasabah.  Bank sampah yang berdiri sejak 2014 itu oleh warga diberi nama Bank Sampah “Gema Pesam” singkatan dari Gerakan Masyarakat Peduli Sampah.

Sugiyanti salah satu relawan sampah sekaligus bertugas sebagai resepsionis Bank Sampah “Gema Pesam” menjelaskan saat ini bank sampah Desa Gatak, Delanggu, Klaten memiliki 192 nasabah dengan nilai rata-rata transaksi mencapai 1,2 juta tiap bulan.  Tidak saja gerakan sampah ini menambah kebersihan lingkungan, tapi uniknya tabungan sampah ini melalui Posyandu Siwi Asih oleh ibu-ibu PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini digunakan untuk biasa sekolah.

“Di Posyandu Siwi Asih semua ibu-ibu yang anaknya belajar di PAUD memiliki tabungan sampah.  Nanti tabungan sampah yang terkumpul tidak boleh diambil sebelum aank-anak lulus dari PAUD. Ketika lulus tabungan itu baru bisa diambil dan digunakan untuk biaya pendafataran sekolah”kata Sugiyanti.  “Tidak saja anak-anak sekolah dasar juga aktif sebagai nasabah Bank Sampah yang dikumpulkan tiap-tiap kelas” jelas Sugiyanti.

Sementara itu Buniyati Walino Ketua Posyandu Siwi Tiga Desa Gatak menjelaskan keberadaan bank sampak Gema Pesam sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.  Tidak saja anak posyandu yang menabung buat sekolah, tapi juga para lanjut usia atau lansia juga bergabung menjadi nasabah bank.  Bahkan seorang warga ada yang bisa membeli perhiasan berupa cincin emas hasil dari mengumpulkan sampah melalui bank sampah  (Jepe).

Baca Juga :

Leave a Reply