Home > ekonomi & pembangunan > Pengin Piknik River Tubing Kali Pusur Gratis, Cukup Bawa Sampah

Pengin Piknik River Tubing Kali Pusur Gratis, Cukup Bawa Sampah

Focusklaten (26/10/18) – Komunitas Kali Pusur desa Wangen, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah memang super kreatif.  Bermaksud mendidik warga peduli lingkungan dengan gerakan bersih  sampah, dilakukan para relawan sungai dengan memberikan hadiah berwisata  susur Sungai Pusur secara gratis bermodal sampah.

Terobosan komunitas Sungai Pusur itu  diperkenalkan pada masyarakat 23 Oktober 2018 berbarengan Pembukaan Ajang Pameran Ekonomi Kreatif 2018 oleh Bupati Klaten Sri Mulyani. Warga yang pengin piknik gratis river tubing cukup membawa sampah seperti botol plastik, kertas, koran, besi bekas dan sebagainya.  Sampah oleh petugas lalu ditimbang dan diharga sesuai nilai sampah.  Jika masih kurang dari tarif, maka warga cukup menambahkan kekurangan dengan uang. Bagi yang bawa sampah banyak, relawan sampahbisa melayani dengan  jemput ke rumah.  Bila nilai sampah sudah mencukup atau senilai 50.000, warga bisa langsung menikmati keindahan dan kemericik air di Kali Pusur sambil menguji adrenalin.

Danang Heri salah satu relawan sekaligus penggiat bank sampah asal Cokrokembang, Daleman, Tulung, Klaten menjelaskan masyarakat yang pengin river tubing Kali Pusur cukup bawa sampah ke Bank Sampah Jati Diri dan petugas akan melayani.  Catatannya kata Heri sampah sudah dipilah.  Bahkan petugas siap menjemput jika sampahnya memang banyak.  Namun lebih penting dari itu tambah Danan, ide river tubing gratis berbayar sampah ini hakekatnya  gerakan edukasi peduli sampah yakni perubahan sikap dan perilaku masyarakat agar mau mengelola sampah dan tidak membuang sampah sembarangan apalagi ke sungai.

Agus relawan sungai yang lainnya menjelaskan ide river tubing gratis berbayar sampah awal ide sederhana saja. Bank sampah yang ada saat ini kata Agus dengan adanya ide river tubing gratis berbayar sampah, jadi lebih solid dan saling menguatkan.  Kali Pusur sendiri melintasi tiga sekaligus meliputi Cokro Tulung, Keprabon dan Wangen.  Gerakan sungai saat menjadikan Kali Pusur mempunyai nilai ekonomi tinggi sebagai destinasi wisata.  Selama ini masyarakat yang ingin susur Kali Pusur harus merogoh kocek 50.000 tiap orang.  Namun dengan program river tubing gratis berbayar sampah, kata Agus warga cukup mengumpulkan sampah dan nanti dikonversi senilai sampah yang dibawa  (Jepe).

Baca Juga :

Leave a Reply