Dari Sambang Desa Ke Sambang Bumdes

ekonomi & pembangunan politik & pemerintahan

Focusklaten (6/01/19) – Inovasi dan terobosan Bupati Klaten Sri Mulyani seperti tidak pernah mati. Setelah giat melaksanakan program sambang warga, untuk mendorong kemajuan ekonomi desa, memasuki tahun kedua kepemimpinan sejak dilantik menjadi Bupati Klaten 27 November 2016 lalu, Bupati Sri Mulyani akan menggulirkan program sambang bumdes mulai 2019.

Di hadapan puluhan awak media dalam acara jumpa pers beberapa waktu lalu, Bupati Sri Mulyani menjelaskan dana desa adalah potensi yang besar untuk mengembang ekonomi masyarakat. Pemkab Klaten serius mengawal dana desa, termasuk dana stimulan untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa alias Bumdes bagi lembaga yang telah terbentuk. “Tahun 2019 Pemkab Klaten akan menggulirkan program Sambang Bumdes.  Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengukur seberapa jauh perkembangan bundes itu dalam membangun usaha. Selain itu Pemkab Klaten juga akan mengucurkan program kredit tanpa bunga bagi UKM agar ekonomi masyarakat berkembang lebih cepat” kata Sri Mulyani.

Didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rony Roekmito, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan pengembangan Daerah Sunarno, Kepala Bagian Humas Whayudi Martono dan  Kepala Diskominfo Amin Mustofa, Bupati Sri Mulyani juga akan mengulirkan paket kebijakan kredit lunak tanpa bunga bagi UMKM. “Untuk menggerakan sektor riel, Pemkab Klaten akan menggulirkan kredit tanpa bunga. Pemerintah melalui  APBD 2019  menyiapkan dana 2 milyar agar ekonomi masyarakat tumbuh lebih cepat sehingga efektif menekan angka kemiskinan” kata Sri mulyani.

Sunarno selaku Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan pengembangan Daerah Klaten menjelaskan Pemkab Klaten dalam satu tahun kepemimpinan Bupati Sri Mulyani serius menekan angka kemiskinan.  Program bantuan Rumah Tidak layak Huni (RTLH), jambanisasi maupun sambang warga efektif mengurangi angka kemiskinan. “Satu tahun kepemimpinan Bupati Sri Mulyani, angka kemiskinan Klaten turun siginikan dari 14% menjadi 12%” kata Sunarno (Jepe).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *