Jika Disengat Tawon “Endas” Vespa Affinis Segera Dikompres Es

kesehatan

Klaten(18/01/19) – Masyarakat harus tahu penanganan korban ketika disengat tawon Endas Vespa Affinis.  Langkah pertolongan kepada korban itu adalah mengompres pada titik sengatan di tubuh korban untuk meringankan sakit akibat racun yang masuk akibat sengatan serangga bersabuk kuning ini.

Dr Tri Maharani, dokter spesialis toksin di acara Sosialisasi Pencegahan dan Tata Laksana Penanganan Tawon Vespa Affinis di Pendopo Ageng Kompleks Setda Klaten yang diadakan Satuan Polisi Pamong Praja Klaten bersama DR Sih Kahono M.Sc dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI Jakarta (14/1) mengingatkan tata laksana penangan korban atau firt aid terhadap korban sengatan tawon beracun ini.

“Lakukan kompres terhadap korban sengatan tawon endas minimal 10 menit lalu segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas.  Kalau korban menerima lebih dari dua sengatan, maka pasien harus dilakukan observasi.  Korban sengatan tawon jangan sampai dipulangkan dari rumah sakit dan tidak boleh disepelekan” pesan Tri Maharani.

Tri Maharani sekaligus Presiden Taksologi Indonesia menjelaskan korban dengan lebih dua sengatan perlu observasi 24 jam.  Hal ini untuk melihat efek lanjutan dari dampak sengatan.

“Biasanya korban sengatan tawon bersabuk kuning ini akan mengalami gejala pusing, nyeri perut, mual, muntah atau diare. Untuk kondisi parah korban bisa mengalami kencing darah.  Dampak paling fatal adalah dialami korban adalah penunpukan cairan di organ paru-paru yang dapat menyebabkan gagal nafas, sehingga korban tidak tertolong” kata Tri Maharani.

Dari informasi yang dihimpun dari Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol PP Klaten, korban meninggal akibat sengatan tawon endas Vespa Affinis dari warga Klaten berjumlah 7 orang. Penanganan sarang tawon oleh tim pemadam kebakaran Klaten sebanyak 207 kali operasi tangkap tawon alias OTT . Langkah OTT akan terus dilakukan petugas jika masyarakat membutuhkan (JepeHumas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *