Memasuki Masa Panen, Warga Klaten Pesta Durian

ekonomi & pembangunan

Klaten(06/02/19)- Setiap awal tahun tepatnya masuk bulan Januari-Februari, warga Jatinom dan sekitarnya memasuki masa panen durian.  Pohon durian yang tumbuh subur di pekarangan dan ladang warga setempat menghasilkan buah yang melimpah. Melalui Pemerintah Kecamatan Jatinom, ribuan warga Klaten dan sekitarnya, berpesta makan duriann gratis di acara Pesta Durian 2019 yang diadakan di Lapangan Randulanang, Jatinom, Klaten (Rabu,06/02/19).

Ribuan warga sejak pagi antri berjajar sambil memegang kupon.  Kupon harus ditukarkan kepada petugas untuk bisa menikmati satu pak durian siap santap secara gratis.  Warga tidak harus repot membelah buahnya. Tahun ini panitia sudah mengemasnya dalam plastik sehingga tidak harus luka tergores duri dari buah yang beraroma tajam menggoda itu.

Abdul Fatah warga Miri, Kradenan, Trucuk mengaku mengajak keluarga berkunjung di acara Pesta Drian 2019.

“Saya mengetahui ada pesta durian dari media sosial.  Sengaja saya mengajak anak dan keluarga sebanyak empat orang untuk bisa menikmati durian” kata Abdullah Fatah.

Sip Anwar Camat Jatinom menjelaskan saat ini masa panen durian.  Kalau bulan Oktober Nopember biasanya kurang bagus, maka pesta durian digelar di awal tahun.

“Tahun ini pesta durian memang sengaja disajikan dalam kemasan.  Dulu banyak warga harus luka tergoris saat berebut durian, sekarang warga tinggal menukar kupon kepada panitia dan durian bisa dinikmati secara gratis.  Oleh panitia menyiapkan 1.700 buah durian dan dikemas menjadi 5.332 pak durian dalam kemasan yang dibagikan gratis bagi masyarakat” kata Sip Anwar sekaligus Camat Jatinom saat memberi keterangan kepada pers.

Sementara Bupati Klaten Sri Mulyani mengharapkan pesta durian ini bisa mengangkat potensi ekonomi warga Jatinom.

“Jatinom itu memiliki potensi ekonomi lokal yang bagus yakni apem Jatinom dan durian.  Pesta durian ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani durian.  Masyarakat yang berkunjung juga bisa membeli durian yang sudah dijajakan di sepanjang jalan oleh warga.  Agar durian nanti bisa menjadi ikon Jatinom, kepada Pemerintah Desa, agar di Lapangan Randulanang dibangun Monumen Durian sehingga lebih dikenal masyarakat” pesan Bupati Sri Mulyani yang hadir didampingi jajaran Forkompinda dan pejabat terkait ( Jepehumas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *