Bupati Klaten Rela Turun – Naik Jurang, Demi Temui Warga Gir Pasang.

ekonomi & pembangunan politik & pemerintahan

Klaten(28/02/19) –Acara sambang warga Bupati Klaten Sri Mulyani ke Kemalang Klaten (Rabu, 27/02/19)  bisa jadi adalah kunjungan kerja yang paling  melelahkan.  Betapa tidak, orang nomor satu di Kabupaten Klaten sehabis mengunjungi warga Sidorejo di acara sambang warga, rombongan Bupati bergegas menuju dukuh Girpasang, Tegalmulya. Perjalanan cukup melelahkan itu harus ditempuh dengan  turun – naik jurang sepanjang hampir  1 km untuk sampai di daerah terpencil di kaki Gunung Merapi persisnya di dukuh Gir Pasang, Tegal Mulya, Kemalang, Klaten.

Jalan setapak yang sudah disemen berkontur naik turun menjadi tantangan yang harus ditaklukan rombongan.  Beruntung undakan itu sudah ditata rapi sehingga cukup membantu siapa saja yang ingin mengunjungi warga Gir Pasang yang hanya dihuni 12 Kepala Keluarga (KK), 9 rumah dan  35 jiwa warga.  Biar pun begitu, rombongan sesekali harus berhenti sejenak sekedar menyambung nafas yang terengah.  Pemandangan yang sejuk dan segar bisa  menjadi penghibur, sambil mengusir lelah yang menggelayuti badan.

“Sebetulnya lutut saya sedikit nyeri sebelum diajak naik ke Gir Pasang oleh Pak Camat Kemalang (Kusdiyono). Tapi demi menjenguk warga di Gir Pasang, saya memutuskan untuk menemui warga Klaten yang terpencil” kata Bupati Klaten Sri Mulyani di hadapan awak media didamping sejumlah pejabat.

Wajah lelah tidak dapat ditutupi sejumlah rombongan yang mendampingi Bupati Klaten Sri Mulyani menyusur tebing untuk sampai di Gir Pasang.  Beberapa pejabat harus berhenti sejenak mengumpulkan sisa energi yang masih ada. “Duduk sebentar mas sambil menghemat energi” ujar salah satu pejabat eselon di Setda Klaten.

Beternak dan berladang.

Kehidupan 35 warga Girpasang sangat tergantung dengan alam. Lingkungan desa yang subur, warga terpencil di timur Gunung Merapi itu banyak berpencaharian sebagai peternak dan petani ladang.

“Ada 12 KK yang tinggal di Girpasang. Karena daerahnya yang jauh dari pasar, warga untuk kehidupannya hanya makan apa yang bisa ditanam penduduk seperti singkong, ubi dan hasil bumi lainnya. Sedang anak-anak yang sekolah ada seorang yang kuliah, beberapa tercatat sebagai pelajar SMP dan SMA.  Yang kuliah tidak masalah karena kost, tapi pelajar SMP dan SMA harus bangun pagi.  Mereka sejak jam 04.00 pagi segera berangkat sekolah karena harus menyusuri jurang dan tebing yang dalam” jelas Kusdiyono (57) Camat Kemalang.

Didampingi sejumlah pejabat Bupati Klaten Sri Mulyani mengunjungi warga terpencil di Girpasang.  Di dukuh berpenghungi 35 warga itu Bupati Klaten menyempatkan berdialog dengan warga dan  memberikan sejumlah bantuan termasuk sembako sambil menikmati singkong goreng dan ubi rebus (Jepehumas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *