Sebulan, 2 ASN Klaten Meninggal Kecelakaan di Jalan Raya Saat Berangkat Kerja

politik & pemerintahan

Klaten (18/03/19)- Para aparatur sipil negara alias ASN Klaten harus lebih berhati-hati dan tidak tergesa-gesa ketika berangkat kerja. Pasalnya dalam sebulan terakhir, dua ASN Klaten meninggal kecelakaan saat berangkat kerja.

Seorang ASN Klaten bernama Suparno tercatat sebagai pegawai Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Klaten mengalami kecelakaan persis di depan Kantor Pengadilan Agama (KPA) Klaten sekitar 06.30 WIB pada hari Kamis 14 Peberuari 2019. ASN yang tinggal di Tlingsing, Cawas, Klaten tidak dapat menghindari sepeda motor yang dikendaraai siswa yang membelok tiba-tiba.  Suparno yang berjalan  searah dari timur dengan siswa itu kaget. Benturan keras tak dapat dihindari. Luka parah khususnya di kepala menyebabkan Suparno, ASN yang dikenal murah senyum itu tidak dapat tertolong.

Persis sebulan berikutnya tepatnya Rabu 13 Maret 2019 jam 07.00 WIB kecelakaan kembali dialami ASN Klaten.  Jaka Susilo pegawai Dinas Pendidikan Klaten harus merenggut nyawa di jalan raya tepatnya di Simpang Lima Pedan tepatnya di desa Jetiswetan sebelah selatan Rumah Sakit IBI Pedan.  Korban Jaka Susilo bermaksud belok ke utara dari arah timur (Karangdowo).  Namun di depannya ada mobil yang menghalangi pandangan sehingga menyebabkan korban tidak terlihat kendaraan roda dua melaju kencang dari arah barat.  Korban Jaka Susilo yang terlanjur di tengah jalan tidak dapat menghindar, akhirnya tertabrak dan luka parah.  ASN yang sangat ramah itu meninggal di tepat kejadian.

Menanggapi kejadian kecelakaan ASN, Ronny Roekmito menghimbau agar para ASN tidak tergesa-gesa dan lebih berhati-hati ketika berangkat kerja.

“Saya mengharap para ASN tidak perlu tergesa-gesa ketika berangkat kerja.  Sayangi nyawa masing-masing.  Kalau tidak apel satu atau dua hari karena hal yang penting tidak masalah.  Yang dipermasalahkan adalah jika sampai lima hari berturut-tidak apel, itu yang dipertanyakan” kata Ronny Roekmito saat menjadi pembina apel (Jumat,15/03.19) di halaman Setda Klaten.

Sejumlah ASN Klaten mengaku sering terburu-buru berangkat kerja disebabkan waktunya yang mepet.

“Saya merasa sering terburu-buru mas ketika berangkat kerja.  Anak-anak harus berangkat sekolah dulu dan waktunya banyak tersita untuk mempersiapkan anak-anak yang masih Sekolah Dasar termasuk bekal-bekal yang harus dibawa. Pernah saya menabrak motor saat membelok sebab buru-buru.  Untung saja tidak terluka parah” kata Yono salah satu ASN Klaten.

Beda lagi dengan Yanti ASN Klaten yang lain.  Agar tidak terlambat kerja ia terpaksa  menyiasati sarapan di kantor.  Maklum dua balitanya yang masih kecil sangat menyita waktunya saat pagi hari (Jepehumas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *