Kampanye “Ngebrong” Bakal Dikukut

hukum & kriminal pendidikan

Klaten (26/03/19)- Memasuki babak baru kampanye terbuka pemilihan umum presiden/wakil presiden dan legislatif 2019 harus disikapi bijak para peserta kampanye, khususnya tidak “ngebrong” alias melepas knalpot agar kendaraan mengeluarkan bunyi keras.  Alih-alih akan mendapat simpatik rakyat pemilih, petugas keamanan akan bertindak tegas dengan menahan kendaraan  pelaku sampai tahapan pemilu selesai.

Pernyataan tegas dan peringatan itu disampaikan Ipda Panut Haryono, Kepala Unit Kecelakaan Kepolisian Resort (Polres) Klaten dalam kesempatan memberikan penyuluhan non fisik dalam rangka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sengkuyung I bertempat di Balai Desa Sapen, Manisrenggo, Klaten (Rabu,20/03/19) lalu.

“Saya berpesan menjelang kampanye terbuka pemilihan umum presiden/wakil presiden dan legislatif 2019 ini, agar melakukan kampanye simpatik.  Jangan “ngebrong” kendaraan bagi para peserta kampanye.  Kalau sampai melanggar, aparat keamanan akan menahan kendaraan pelaku sampai proses pemilu selesai. Masyarakat harus dilindungi.  Pelaku ngebrong sendiri telinganya ditutup, sementara orang lain disuruh mendengarkan knalpot yang memekakan telingga. Ini (ngebrong) tidak boleh terjadi lagi” kata Panut Haryono.

Pria polisi yang tinggal di Giwangan, Yogyakarta ini juga mengingatkan agar masyarakat belajar mengubah perilaku salah saat mengendara.  Di pedesaan masih banyak ibu naik di atas tumpukan jerani sedang suaminya di bawah menyetir kendaraan. Contoh lain adalah mengendara motor dengan muatan berlebih baik penumpang anak sekolah atau barang yang menyebabkan spion tertutup.  Hal-hal seperti ini sangat berbahaya baik pengendara atau orang lain. Tak kalah penting sebelum naik kendaraan, pengendara untuk menyiapkan surat-surat kendaraan dan jangan lupa berdoa (Jepehumas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *