Pelajar Klaten Butuh Bus Sekolah

pendidikan

Klaten (27/03/19)- Sampai medio Maret 2019 angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Klaten tercatat 141 kasus. Berdasarkan catatan unit kecelakaan Kepolisisan Polres Klaten, korban kecelakaan didominasi para pelajar. Untuk menekan angka kecelakaan dan korban pelajar,  pemerintah diminta mempertimbangkan adanya moda umum yang ramah anak, khususnya tersedianya layanan bus pelajar.

Ketersediaan bus pelajar untuk antar dan jemput sekolah ternyata diharapkan para pelajar, salah satunya Anggraeni Widya (16) siswa SMK 1 Klaten yang tinggal Mruweng, Wiro, Bayat.

“Saya sangat senang jika pemerintah bisa menyiapkan bus sekolah.  Selama ini saya pakai motor kalau berangkat sekolah dari Bayat ke sekolah, lumayan jauh.  Kalau pun tidak gratis, bus sekolah itu biaya yang bisa dijangkau masyarakat” harap Angraeni.

Harapan yang sama disampaikan Alevia.  Siswa yang tercatat sebagai pelajar kelas 11 SMK Negeri 1 Klaten itu menginginkan bus sekolah bisa gratis.  Walaupun bertempat tinggal yang dekat di Belangwetan, Klaten Utara dengan adanya bus sekolah bisa membantu pelajar  minimal tidak terlambat datang sekolah.

Keprihatinan tingginya angka kecelakaan pelajar di Klaten disampaikan Suparjo selaku Kepala Unit Binmas Kepolisian Sektor Klaten Utara dalam kesempatan mengisi penyuluhan di acara TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung I di Balai Desa Kecemen, Manisrenggo, Klaten (19/03/19) lalu.

“Saat ini banyak pelajar yang belum memiliki SIM tapi sudah mengendarai kendaraan di jalan raya. Kenyataannya, anak SMP sudah banyak yang naik kendaraan.  Kalau sekolah melarang, kendaraan itu malah dititipkan warga sekitar.  Padahal usia itu (anak SMP) belum cakap untuk mengendarai kendaraan.  Saya kira bagus jika pemerintah menyediakan layanan bus sekolah untuk antar jemput pelajar” kata polisi lulusan sarjana Psikologi UGM itu (Jepehumas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *