Warga Klaten Antusias Mencoblos, Serunya Anak-Anak Ikut Jadi “Pengamat” Pemilu.

politik & pemerintahan

Fokusklaten (18/04)- Warga Klaten tampak antusias menyambut gelaran pesta demokrasi pemilu serempak 17 April 2019 dengan gairah tinggi.  Meskipun harus rela antri masyarakat pemilih dengan sabar menanti giliran masuk bilik suara untuk menyampaikan aspirasi politik di ajang demokrasi lima tahunan itu.

Berdasarkan pantuan Tim Focusklaten di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 6 dukuh Srebeg Cilik, RT 13/06 Trucuk, Klaten bertempat di rumah Heri Santosa salah satu warga, masyarakat sudah siap pemilih sejak pukul 07.00 pagi.  Tidak saja para lansia, anak-anak pun hadir mengikuti orang tuanya sambil mengikuti dan melihat  proses pemungutan suara sekalian belajar mekanisme pemungutan suara.

“Tadi sekitar jam 05.00 pagi melalui pengeras suara masjid panitia mengingatkan warga untuk bersiap-siap menuju TPS 6.  Warga agar membawa surat undangan.  Bagi pemilih lansia, oleh panitia diberikan prioritas didahulukan agar tidak lama menunggu.  Bagusnya di TPS 6 tadi anak-anak juga mengamati jalannya pemungutan suara.  Bukan apa-apa, sekedar ingin tahu proses pemilu.  Bertanya ada kartu suara, bilik suara sampai kotak suara.   Anak-anak juga perlu pembelajaran politik” kata Heri Santosa.

Heri menambahkan  tahun ini rumahnya ditempati sebagai TPS.  Karena pemilu dilakukan serentak dan jumlah kartu suara  bertamabh, maka TPS di daerahnya di pecah. Heri menjelaskan di TPS 6 ada sekitar 271 daftar pemilih tetap atau DPT.

Antusias warga untuk menyambut pemilu serentak dari pemiliha umum presiden/wakil presiden, DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten dan Dewan Perwakilan Daerah atau DPD juga menjadi pembelajaran politik anak yang ikut orang tuanya saat pemungutan suara.

“Tadi anak ikut ke TPS mas.  Katanya penasaran dengan proses pemilu.  Tadi anak jadi bertanya tentang bilik suara, mekanisme pencoblosan.  Tapi namanya anak-anak malah main tinta ikutan mencelupkan jari ke tinta pemilu” kata Wati salah satu warga Srebeg Cilik Trucuk Klaten (jepehumas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *