Jam Kerja ASN Selama Ramadhan Bakal Dikurangi Satu Jam

politik & pemerintahan

Klaten (30/04) – Untuk menghormati dan menjaga kekhusyukan ASN muslim dalam menjalankan ibadah puasa, pemerintah bakal mengurangi waktu kerja sebanyak  satu jam selama bulan suci Ramadhan.

Ketentuan  ini didasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (SE Men PAN-RB) Nomor 394 Tahun 2019 tentang Penetapan Jam Kerja  Pada Bulan Ramadhan 1440 H.

“Jumlah jam kerja efektif bagi instansi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan lima atau enam hari kerja selama Ramadhan minimal 32,5 jam per minggu” kata Men PAN-RB Syafrudin sebagaimana dikutip dari  Harian Jawa Pos (29/04). Dengan akumulasi 32,5 jam per minggu, maka rata-rata jam kerja menjadi 6,5 jam per hari.  Akumulasi tersebut lebih rendah dari hari biasa yang mencapai 37,5 jam atau rata-rata 7,5  jam per hari.  Dengan demikian , jam kerja berkurang satu jam setiap hari.

 Teknisnya, bagi instansi yang memberlakukan lima hari kerja, waktu kerja berlaku puku 08.00 -15.00 pada Senin-Kamis. Dengan waktu istirahat pukul 12.00-12.30.  Untuk Jumat, jam kerja berlaku 08.00-15.30 dengan jam istirahat 11.30-12.30.  Untuk instansi yang memberlakukan enam hari kerja, waktu kerja berlaku pukul 08.00-14.00 pada Senin-Kamin dan Sabtu.  Waktu istirahat pukul 12.00-12.30.  Sementara itu, saat Jumat jam kerja berlaku pukul 08.00-14.30 dengan jam istirahat 11.30-12.30.

Meski demikian , Syafrudin menegaskan jam tersebut bersifat umum. Bagi daerah atau instansi tertentu, jam kerja bias disesuaiakan dengan kebijakan masing-masing. “Menyesuaikan siuasi dan kondisi setempat” pesan Syafrudin (Jepehumas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *