P3MD Kab Klaten Programkan 1 Desa 1 Inovasi

ekonomi & pembangunan
Bupati Klaten dan Ketua DPRD Klaten bersama tim P3MD Kabupaten Klaten
Bupati Klaten dan Ketua DPRD Klaten bersama tim P3MD Kabupaten Klaten

focusklaten.net – Upaya pelibatan warga dalam pembangunan desa semakin digalakkan. Upaya tersebut dimulai dengan melibatkan warga mulai dari kelompok maupun dusun saat musyawarah penggalian gagasan dalam rangka penyusunan RPJMDesa maupun RKPDesa. Semakin banyak warga yang hadir dan beragamnya kelompok peserta musyawarah akan melahirkan banyak kebutuhan untuk dirangkum dalam perencanaan desa.

Peran pendaping lokal desa maupun kader pemberdayaan desa sangatlah penting guna mendorong terlaksananya proses perencanaan partisipatif. Banyak dan beragamnya latar belakang menjadi ukuran awal keberhasilan proses tersebut. Oleh karena itu, dituntut kreatifitas dari pendamping dalam memediasi dan menfasilitasi proses perencanaan.

Beragamnya cara pendamping dan warga dalam menfasilitasi proses penggalian gagasan diharapkan menjadi cikal bakal lahirnya dokumen perencanaan desa yang berdasarkan kebutuhan karena digali dari potensi ataupun asset desa. perencanaan desa berbasis asset akan mendorong lahirnya karya inovasi desa. inovasi tersebut kemudian diharpkan menjadi kegiatan bernilai ekonomi yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan asli desa maka dibutuhkan P3MD (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa) untuk mendampingi pembangunan desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jaka Purwanto S.Sos. MM dalam acara Halal bi Halal dan Rakor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa pada senin, 17 juni 2019 dihadiri Bupati Klaten Hj Sri Mulyani serta Ketua DPRD Klaten Agus Riyanto di Pendopo Pemda Klaten berkata bahwa Kabupaten Klaten memiliki P3MD meliputi tenaga ahli, Pendamping desa tingkat kecamatan berjumlah 71 orang. Pendamping Lokal di desa berjunlah 97 orang dengan pembagian 1 orang 2-3 desa.

“Tugas utama P3MD mendampingi desa supaya proses percepatan pembangunan desa yang maju mandiri berdaya saing sesuai dengan visi misi Kabupaten Klaten” tambah Purwanto dalam pidato sambutannya.

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani dalam pidato sambutannya menuturkan problem utama dalam pembangunan desa adalah mengajak desa untuk berinovasi, dengan dana desa yang cukup besar tetapi masih sulit menggeret untuk berfikir inovatif.

Hj Sri Mulyani menambahkan dari 391 desa, 280 sudah mempunyai BUMDes dan sekitar 20 desa sudah mempunyai omset yg tinggi walaupun omsetnya jauh dengan Ponggok tapi setidaknya dari desa merah sudah membaik statusnya. “Saya minta tolong untuk menemukan inovasi sesuai kemampuannya untuk menggali potensi desa, untuk desa yang masih merah di anggaran perubahan nanti ada pengadaan stiker akan ditempelkan setiap rumah yang mengaku miskin supaya BPS saat verifikasi bisa mudah teridentifikasi. cara itu juga supaya menumbuhkan rasa malu di kalangan warga yg sebenarnya mampu tapi mengaku masih miskin” Tutur Hj Sri Mulyani

Lanjut, Hj Sri Mulyani menuturkan sekitar 400 T APBN pusat unt betul-betul dimanfaatkan dengan sebaik baiknya. “Saya minta betul-betul dikawal dengan baik dan seksama dan saya minta 1 desa 1 inovasi untuk desa, jika terwujud saya berjanji akan menambahkan intensif untuk pendamping desa dari APBD Klaten di thn 2020” tambah Hj Sri Mulyani. Acara dimulai pukul 09.30 wib dan selesai pukul 11.30 WIB. (creative)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *