Antara Yu Jum, Hoax dan Perpecahan

sosial & budaya

KLATEN (21/06) – Masyarakat perlu bijak bermedia sosial.  Jangan sekedar alasan follower banyak atau pengikut akum media sosialnya meningkat, lalu orang bebas merekayasa berita  bohong demi segepok uang. Tanpa sadar ulahnya itu berdampak besar mengkoyak kerukunan dan menimbulkan perpecahan.

Pesan inilah yang diangkat sutradara muda Panggah Rudhika asal Surakarta bertema Satu Nesia Sama Rasa diperankan 15 seniman muda Sanggar Kesenian Klaten di ajang Seleksi Pertunjukan Rakyat Forum Komunikasi  Media Tradisional (FK Mitra) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2019 bertempat di Pendopo Pemerintah Kabupaten Batang (Jumat 21/06).

“Cerita ini berangkat dari sempitnya lapangan kerja sehingga masyarakat mencari jalan singkat menjadi youtuber.  Sayang lemahnya desiminasi informasi,  masyarakat sering meninggalkan efek berita misalnya pesan yang diunggah di media sosial itu menyebabkan konflik atau permusuhan.  Inilah pesan penting drama singkat FK Mitra sebagai edukasi bermedia sosial oleh 5 seniman muda Klaten yang tampil di Batang” kata Panggah lulusan Jurusan Seni Tari,  Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Panggah menjelaskan kisah ini bercerita tentang Yu Jum penjual sayur asal Desa Ndondongan, Kecamatan Pelemkecut, Kabupaten Lotisan.  Ia terpaksa jualan sayur, sebab suaminya menganggur.  biarpun lulusan sarjana ekonomi, suami menjadi pengangguran akibat sempitnya lapangan kerja. Tapi Yu Jum sangat gaul di media sosial. Menjadi youtuber menjadi pekerjaan sampingannya.  Bermodal hape android ,Yu Jum mengunggah video sensasi biarpun harus berbohong berharap followernya meningkat, akumnya di- subcripe sehingga uang mengalir ke kantong.

Ide itu muncul ketika Nunung tetangganya yang miskin akibat terjerat rentenir sebagai pemain lakon.  Dihias dengan emas emitasi bak orang kaya diunggah diberi label orang kaya baru Desa Ndondongan.  Sesaat pesan ini menyebar dan heboh.  Cui sang rentenir murka.  Nunung yang pinjam uang darinya, ditagih menjawab tidak punya uang.  Mendadak di medsos nama Nunung disebut orang kaya baru.  Akhirnya Nunung dilabrak.  Konflik dan perkelahian antara Nunung dan Cui tak dapat dihindarkan.  Beruntung ada tokoh Bu Lurah yang bisa mendamaikan.  Usut punya usut ulah Yu Jum yang mengunggah konten bohong atau hoax menjadi sumber masalah.

Pesan ini yang menjadikan tema edukasi bermedia sosial di ajang FK Mitra Jawa Tengah 2019.

“Kegiatan FK Mitra ini bagian desiminasi informasi melalui komunikasi budaya melibatkan komunitas seni. Banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah salah satunya edukasi dengan mememnfaatkan pertunjukan tradisional rakyat.  Tahun ini Dinas Komunikasi  Informasi (Diskominfo)  bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga mendapingi sanggar seni Klaten tampil di ajang FK Mitra Jawa Tengah bertempat di Pemkab Batang” kata Totok Gantoro Kepala Bidang Komunikasi dan Persandian Diskominfo Kabupeten Klaten.

Ajang tahunan Seleksi Pertunjukan Rakyat Forum Komunikasi  Media Tradisional (FK Mitra) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2019 bertempat di Pendopo Pemerintah Kabupaten Batang (Jumat 21/06) dibuka Wakil Bupati Batang Suyono didampingi Sekretaris Daerah Batang Nasikhin, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Jawa Tengah Setyo Ariawan disaksikan ratusan pelajar setempat.  Seleksi diikuti delegasi kesenian dari lima kabupaten meliputi Klaten, Demak, Kebumen, Kudus dan Batang sebagai tuan rumah. Penampilan FK Mitra terbaik akan mewakili Jawa Tengah di Jakarta.

(Penulis Jepri Kominfo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *