Kekuatan TMMD Ada di Tangan TNI dan Rakyat

ekonomi & pembangunan
Anggota TNI Kodim 0723 Klaten dan warga gotong royong pra TMMD Reguler ke-105 Tahun 2019 di Desa Jimbung.

Focusklaten.net– TNI dan rakyat yang tergabung dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke- 105 Kodim Klaten, bergotong royong untuk mengawali pembuatan talut sepanjang sekitar 500 meter yang merupakan sasaran fisik TMMD di kanan kiri betonisasi jalan di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Minggu (7/7/2019).

Warga Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, bersama dengan Prajurit Kodim 0723/Klaten bergotong royong untuk menyiapkan bahan pokok pembuatan talut, dan dilanjutkan untuk pengerjaan pembuatan talut.

Romiyadi salah satu Tim Pengelola Kegiatan (TPK) mengungkapkan, dirinya opstimis bahwa pengerjaan pembuatan talut akan dapat selesai tepat waktu, kekuatan TNI dan warga sangatlah kuat, dengan semangat gotong royongnya.

Tidak akan ada yang mengalahkan semangat serta kekuatan TNI dan rakyat apabila sudah bersatu untuk merampungkan semua sasaran fisik pada TMMD Reguler ke-105 Tahun 2019. Program ini   dikendalikan langsung oleh Kodim Klaten dan Pemdes Jimbung serta Pemkab Klaten.

 

Kerahkan Warga

Sedangkan Kepala Dusun IV Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Kabupetan Klaten yang dijabat oleh Susanto  mendukung penuh pelaksanaan  TMMD Reguler ke-105 Tahun 2019 yang dilaksanakan di desanya, Minggu (7/7/2019).

Salah satu pejabat Desa Jimbung yang dibawah kendali oleh Kepala Desa yaitu Susanto Kadus IV, saat didatangi Babinsa Koramil 01 Kota Kotu Hartono menuturkan, bahwa dia akan siap untuk mengerahkan warganya untuk gotong royong dalam pelaksanaan TMMD di desanya.

Hal ini diungkapkan saat, Babinsa mendatanginya di lokasi betonisasi jalan bersama dengan warga yang lain yang kebetulan sedang istirahat siang, selesai merawat sawahnya.

 

Kadus Susanto mengungkapkan, dengan dibetonnya jalan yang merupakan jalur pertanian ini akan sangat berdampak pada meningkatnya harga padi dan harga sawah di kanan kiri lokasi betonisasi jalan. Para tengkulak tentunya akan berani membeli hasil panen, karena truk maupun kendaraan lain bisa masuk. (Idi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *