Dewan Kesenian Klaten Siap Gelar Festival Ketoprak Antar Kecamatan

sosial & budaya
Ketua Harian Dewan Kesenian Klaten, FX Setyawan DS SH MM MH didampingi sejumlah pengurus saat memberikan keterangan pers menjelang digelarnya Festival Ketoprak Antarkecamatan.
Daftar peserta festival ketoprak antarkecamatan Wankes Klaten tahun 2019 beserta cerita yang akan ditampilkan.

Focusklaten.net – Dewan Kesenian (Wankes) Kabupaten Klaten siap menggelar festival ketoprak antarkecamatan yang akan dipusatkan di panggung terbuka RSPD Klaten pada 15 sampai 19 Juli 2019. Festival ketoprak antarkecamatan setiap harinya dimulai pukul 19.00 WIB sampai selesai dan diikuti 26 kecamatan yang ada di Klaten.

Ketua Harian Wankes Klaten, FX Setyawan DS SH MM MH pada acara jumpa pers di Kantor Wankes Komplek RSPD Klaten, Selasa, 9 Juli 2019 mengatakan, peserta festival ketoprak antarkecamatan tahun 2019 ini sangat luar biasa, karena diikuti semua kecamatan dan sekarang sudah mulai latihan. Kalau tahun 2018 lalu ada beberapa kecamatan yang absen, namun untuk 2019 ini semua kecamatan semangat mengikuti festival ketoprak.

Acara jumla pers dipandu Ketua V Wankes Klaten, H Wahyudi Martono, SSos MM yang juga Kabag Humas Pemkab Klaten dan dihadiri Sekretaris Umum (Sekum) Wankes Klaten Drs Djoko Sarjono dan Ketua Komite Teater Wankes Klaten  Joko Krisnanto. Kemudian juga dihadiri sejumlah wartawan baik dari media cetak, media elektronik dan media dalam jaringan (daring) alias media online.

Lebih lanjut Setyawan mengatakan, pada festival ketoprak antarkecamaan setiap kecamatan diberi kesempatan tampil satu jam. Pada hari pertama, Senin, 15 Juli 2019 menampilkan lima kecamatan mulai pukul 19.00 WIB Kecamatan Klaten Selatan dengan lakon (Mertobat), lalu Karangnongko (Kodrat), Jogonalan (Kalang Wiso Betak), Bayat (Amukti Palapa) dan Kecamatan Juwiring (Geger Putat Selawe).

Kemudian, lanjut Setyawan, pada hari kedua, Selasa, 16 Juli menampilkan enam kecamatan masing-masing Kecamatan Klaten Utara (Joko Bluwo), Manisrenggo (Sirnaning Angkara Ing Singosari), Kalikotes (Tahta), Karangdowo (Joko Samboro Winisudha), Prambanan (Roro Jonggrang Bandung Bondowoso) dan Kecamatan Kemalang (Ampak-ampak Singosari).

Festival ketoprak hari ketiga, Rabu, 17 Juli menampilkan enam kecamatan yakni Kecamatan Klaten Tengah (Tingkir), Trucuk (Teken Wuluh Gading), Tulung (Bandung Bondowoso), Cawas (Ki Ageng Mangir), Karanganom (Ampak-ampak Parang Agung) dan Kecamatan Gantiwarno mengangkat cerita Kalimataya.

Lalu festival ketoprak hari keempat, Kamis, 18 Juli juga menampilkan enam kecamatan yakni Kebonarum (Enthit dan Ragil Kuning), Ceper (Bedah Kaputren), Wedi (Ronggo Jumeno Mbalelo), Polanharjo (Ande-Ande Lumut), Jatinom (Hoyi) dan Wonosari (Labuh Tresno Saboyo Pati).

Setyawan mengatakan, pada festival ketoprak hari kelima, Jumat, 19 Juli 2019 menampilkan tiga kecamatan masing-masing Ngawen (Aryo Penangsang), Delanggu (Ontran-ontran Mataram) dan Kecamatan Pedan menampilkan cerita Lali Purwo Duk Sino. Pada APBD Kabupaten Klaten tahun 2019 mendapat hibah dari Pemkab Klaten Rp 2 miliar dan pada APBD Perubaan 2019 direncanakan mendapat tambahan hibah Rp 700 juta.

Ditambahkan, dari dana hibah tersebut Wankes Klaten merancang dan merencanakan sebanyak 66 kegiatan dan sampai dengan awal Juli 2019 sudah terlaksana 21 kegiatan. Wankes Klaten bertekad meluhurkan, mengembangkan dan melestarikan seni budaya serta mempunyai semboyan nguripke (menghidupkan), ngurupke (menyalakan) dan ngirapke (menampilkan) seni budaya yang ada di Kabupaten Klaten. (Idi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *