Ikut Festival Ketoprak Antar Kecamatan, Gantiwarno Tampilkan Cerita Kalimataya

sosial & budaya
Para pemeran Ketoprak Kecamatan Gantiwarno yang akan mengikuti Festival Ketoprak Antarkecamatan Wankes Klaten 2019.
Karawitan Harumdalu pimpinan Ki Suharjo siap mengiringi pentas Ketoprak Kecamatan Gantiwarno.
Salah satu adegan Kadipaten Demak Bintoro saat latihan.
Kontingen Ketoprak Kecamatan Gantiwarno siap tampil pada ajang Festival Ketoprak Antarkecamatan yang diadakan oleh Dewan Kesenian Kabupaten Klaten.

Focusklaten.net– Kecamatan Gantiwarno yang digawangi Dewan Kesenian (Wankes) Kecamatan Gantiwarno memastikan ikut ambil bagian dalam festival ketoprak antarkecamatan yang diadakan oleh Wankes Kabupaten Klaten selama lima hari, Senin-Jumat, 15-19 Juli 2019 di Panggung Terbuka RSPD Klaten. Kontingen ketoprak Kecamatan Gantiwarno akan tampil pada Rabu malam, 17 Juli 2019 undian ke-6 tampil pukul 00.00 WIB sampai 01.00 WIB.

Pelatih ketoprak Kecamatan Gantiwarno, Ki Sigit Isrutiyanto SSn mengatakan, meskipun tampil larut malam diharapkan para pemain ketoprak Kecamatan Gantiwarno tetap semangat. Wankes Gantiwarno harus mampu membuktikan bahwa ketoprak Gantiwarno juga layak mengikuti festival ketoprak antarkecamatan dan pentas ketoprak kali ini akan menjadi momentum bangkitnya kesenian ketoprak di Gantiwarno.

Sementara itu sutradara ketoprak kontingen Kecamatan Gantiwarno, Purwanto menjelaskan, pada festival ketoprak antarkecamatan Wankes Klaten 2019 ini, kontingen ketoprak Kecamatan Gantiwarno akan menampilkan cerita Kalimataya yang dinukil dari novel sejarah Walisongo karya Dhamar Sasongko. Sinopsisnya berawal dari keinginan Raden Patah Adipati Demak Bintoro yang didukung para wali untuk menyatukan Demak dan wilayah Majapahit yang dikuasai Prabu Brawijaya, ayahandanya, justru menyulut konflik baik politik, ekonomi, budaya dan keyakinan.

Setelah melalui negosiasi yang alot antara Raden Patah dan Prabu Brawijaya yang didukung para wali, kata Purwanto, akhirnya Prabu Brawijaya bersedia menyerahkan kekuasaannya kepada Raden Patah dengan pusat kekuasaan di Demak. Bahkan, Prabu Brawijaya bersedia menanggalkan keyakinan lamanya mengikuti keyakinan yang dianut Raden Patah dan para wali dan hal itu sesuai judul cerita Kalimataya yang artinya owah gingsiring jaman atau berubahnya jaman.

Dikatakan, adapun para  pemeran cerita ketoprak Kalimataya masing-masing Prabu Brawijaya (Badri P), Raden Patah (Suwarto), Kebo Kenanga (Sumarno), Bathara Katong (Suratno), Gajah Enggon (Paidi), Samudra (Jimat Subandi), Raden Khusein (Marlan HS). Kemudian Sunan Ngudung (Suraji), Sunan Kudus (Fajar), Sunan Kalijaga (Suranto), Kayun (Sutarno), Nyi Sunan Ampel (Bardiyanti), Pak Blegug (Sugino), Mbok Bleguk (Susiyati), Prajurit Majapahit: Sopyan, Kharis, Alim, Ikhsan, Prajurit Demak: Suharjono, A’an Agus S, Sumadi, Wanto.

Bertindak Pimpinan Produksi Hj Lilis Yuliati SH MM (Camat Gantiwarno), Penata Iringan Ki Suharjo, Naskah dan Sutradara Kaure Purwanto.  Camat Gantiwarno Hj Lilis Yuliati SH MM mengajak masyarakat Gantiwarno untuk menyaksikan pentas ketoprak Kecamatan Gantiwarno pada  Rabu, 17 Juli 2019 Pukul 00.00 s/d 01.00 WIB di RSPD Klaten. (Idi)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *