Gagal di Festival Ketoprak Wankes Klaten, Jadi Pemecut Kebangkitan Seni Ketoprak di Gantiwarno

sosial & budaya
Salah satu adegan Kraton Majapahit dalam cerita Kalimataya oleh kontingen ketoprak Kecamatan Gantiwarno.
Camat Gantiwarno Hj Lilis Yuliati SH MM bersama jajaran pengurus Dewan Kesenian Klaten menyaksikan festival ketoprak.
Camat Gantiwarno Hj Lilis Yuliati SH MM bersama perangkat desa dan warga menyaksikan pentas ketoprak Kecamatan Gantiwarno.
Adegan Raden Fatah di Kadipaten Demak bersama Sunan Ngudung, Sunan Kudus dan Khusen.
Kontingen ketoprak Kecamatan Gantiwarno foto bersama seusai pentas, Kamis dinihari (18/7/2019) pukul 00.30 WIB sampai 01.30 WIB.

focusgantiwarno.net – Kegagalan kontingen ketoprak Kecamatan Gantiwarno yang menampilkan cerita Kalimataya (owah gingsiring jaman / berubahnya zaman) pada Festival Ketoprak Dewan Kesenian (Wankes) Kabupaten Klaten, 15-19 Juli 2019 lalu, justru menjadi pemecut bangkitnya kesenian ketoprak Kecamatan Gantiwarno. Pasalnya, kontingen Kecamatan Gantiwarno tidak mempermasalahkan juara dan tidak juara, yang terpenting adalah tindak lanjut kehidupan seni ketoprak itu sendiri.

“Tetap semangat, kemenangan bukan segala-galanya. Yang penting menjadikan kegagalan di festival ketoprak Wankes Klaten menjadi momentum bangkitnya kreativitas seniman di Gantiwarno. Lupakan festival ketoprak Wankes Klaten 2019, kita songsong kemajuan kesenian di Gantiwarno pada masa-masa mendatang,” tegas Sutradara Kontingen Ketoprak Kecamatan Gantiwarno, Purwanto Kaure kepada Joglo Pos via WhatsApp (WA) di Gantiwarno, Sabtu (20/7/2019).

Meskipun begitu, tandas Purwanto, Dewan Kesenian Kecamatan Gantiwarno dan Kontingen Ketoprak Kecamatan Gantiwarno  akan segera mengadakan rapat evaluasi. Sebab Kontingen Ketoprak Kecamatan Gantiwarno  yang tampil pada dini hari pukul 00.30 WIB sampai 01.30 WIB tersebut belum bisa meraih hasil yang maksimal dalam festival ketoprak, karena tidak satu pun mendapat nominasi dari berbagai jenis yang dilombakan.

Dikatakan, dari penilaian dewan juri kontingen ketoprak Gantiwarno yang mengangkat ketoprak karakter tidak satupun masuk kreteria yang layak mendapat penghargaan, sehingga perlu evaluasi menyeluruh. Misalnya pada penilain pemeran utama putra putri, pemeran pembantu putra putri, tata artistik, tata rias, tata iringan, dagelan dan sutradara untuk kontingen ketoprak Gantiwarno semua dinilai dewan juri belum layak mendapat penghargaan.

Purwanto Kaure mengajak, para anggota kontingen Ketoprak Gantiwarno untuk bisa legawa menerima apapun hasil festival ketoprak Wankes Klaten 2019. Kemudian bagaimana memikirkan strategi yang ditempuh untuk memaksimalkan potensi seni ketoprak di Gantiwarno sehingga semakin maju, baik dan berkembang di tengah masyarakat.

Hal yang sama juga disampaikan pelatih ketoprak kontingen Kecamatan Gantiwarno sekaligus Ketua Dewan Kesenian Kecamatan Gantiwarno, Sigit Isrutiyanto SSn. “Lupakan festival ketoprak kemarin. Mari kita songsong kebangkitan kesenian termasuk kesenian ketoprak di Gantiwarno,” tegas Sigit yang juga menjabat Kepala Desa Towangsan, Kecamatan Gantiwarno.

“Mohon teman-teman tidak mempermasalahkan juara atau tidak juara. Untuk apa juara kalau tidak ada tindak lanjut kehidupan seni ketoprak itu sendiri. Kalau memang teman-teman siap bertekad ngrembakakake (mengembangkan) seni ketoprak di Gantiwarno, mari kita bersama-sama kita wujudkan. Saya pribadi siap untuk menjadi gawang seni tradisi.  Salam Budaya,” tegas Sigit Isrutiyanto SSn. (Adji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *