HUT ke-74 PMI Klaten Gelar Pentas Wayang Kulit, Waspadai Ancaman Bencana Gempa Megatrusht

sosial & budaya
Ketua PMI Klaten Drs H Purwanto AC MSi tampil pada Limbukan mohon doa restu agar PMI Klaten ke depan menjadi organisasi kemanusiaan yang tangguh.
Ketua PMI Klaten Drs H Purwanto AC MSi menyerahkan doorprize pada penonton yang beruntung, ST Sukarjo, Sunardi dan F Suparjo berupa kompor gas dan barang elektronik.
Pengurus PMI Klaten H Bambang Sujarwo SE MM, H Bambang Giyanto SSos MSi dan Dr Wardani Sugiyanto MPd foto dengan relawan PMI peraih penghargaan.
Wakil Ketua PMI Klaten H Bambang Giyanto menyerahkan potongan tumpeng kepada Panitia dr Wiwik Purwanti Lestri Utami.
Pengurus PMI Klaten H Bambang Sujarwo SE MM menyerahkan potongan tumpeng pada dr Erlina Puspitasari.
Wakil Ketua PMI Klaten H Bambang Giyanto menyerahkan tokoh wayang pada dalang Ki Tajir Sukardi.

KLATEN,focusklaten.net- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Palang Merah Indonesia (PMI) tahun 2019, PMI Kabupaten Klaten   menggelar pentas wayang kulit di Markas PMI Klaten, Senin malam (16/9/2019). Pada pentas wayang kulit tersebut, PMI Klaten memberikan penghargaan kepada enam relawan PMI yang bertugas dalam berbagai kategori dan agar PMI serta masyarakat mewaspadai  ancaman bencana gempa megatrusht.

Ketua PMI Kabupaten Klaten, Drs H Purwanto AC MSi menjelaskan, enam relawan PMI yang mendapat penghargaan dari PMI masing-masing Dra Susi Dwi Putri Swandari kategori PMR inovatif PMI Klaten, Yosep Hadiyanto, SAg sebagai pembina PMR inovatif PMI Klaten.

Kemudian dr Amatoro sebagai dokter Pelayanan Kesehatan Dasar Darurat (PKDD) PMI Klaten, Suyanto sebagai relawan dapur umum PMI Klaten, Yoyok Waluyo sebagai relawan PMI Klaten dan Afriana Lana Zendy Paramita, SAK selaku petugas Tim PKDD PMI Jateng di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.

Pada kesempatan tersebut Drs H Purwanto AC MSi mohon doa restu kepada masyarakat Klaten agar ke depan PMI Kabupaten Klaten semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pada HUT ke-74 PMI tahun 2019 ini mengambil tema, “Kita Tangguh, Indonesia Maju”, diharapkan PMI Kabupaten Klaten menjadi lembaga kemanusiaan yang semakin tangguh.

Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah, dr H Imam Triyanto, MPH dalam sambutan yang dibacakan Wakil Ketua PMI Klaten, H Bambang Giyanto SSos MSi mengatakan, PMI telah menginjak usia ke-74 tahun karena PMI didirikan pada 17 September 1945 sebulan setelah Indonesia merdeka. Untuk PMI harus mengumandangkan seruan “Merdeka”, merdeka dari bencana, merdeka dari permasalahan kesehatan, dan merdeka dari permasalahan sosial.

Dikatakan, dalam kenyataannya kemerdekaan masyarakat masih terhalang oleh berbagai peristiwa bencana, masalah kesehatan dan sosial. Di beberapa wilayah tanah air masih banyak masyarakat yang terkena atau terancam dampak bencana seperti letusan gunung api, banjir, longsor, kekeringan, kebakaran serta bencana karena kemiskinan.

Akibatnya, kata H Bambang Giyanto, masyarakat mengalami kerugian, kehilangan baik anggota keluarga atau kerabat maupun harta benda dan hidup di bawah martabat kemanusiaan. HUT ke-74 PMI 2019 ini juga masih diliputi suasana prihatin atas berbagai bencana yang melanda dan mengancam di beberapa daerah, bahkan telah muncul pernyataan tentang ancaman bencana gempa megatrusht di wilayah Indonesia sehingga agar masyarakat siaga setiap saat.

H Bambang Giyanto menegaskan, bencana apapun serta dampaknya merupakan tantangan yang harus dihadapi PMI dan masyarakat. PMI harus terus mengedepankan kegiatan tanggap bencana bersama masyarakat. Kemudian PMI harus melakukan upaya-upaya Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan PRB demi meningkatkan ketangguhan SDM PMI dan masyarakat dalam menghadapi bencana yang setiap saat dapat terjadi.

Pada pentas wayang kulit tersebut ditandai pemotongan tumpeng yang dilakukan pemotongan tumpeng oleh pengurus PMI Klaten  H Bambang Giyanto SSos MSi dan  Dr Wardani Sugiyanto MPd dan H Bambang Sujarwo SE MM yang diserahkan pada perwakilan karyawan PMI Klaten. Doa oleh Drs Ir H Abdul Mursyid MT dan  penyerahan tokoh wayang kepada dalang Ki Tajir Sukardi dilakukan H Bambang Giyanto. Pada pentas wayang kulit dengan lakon Petruk Dadi Ratu tersebut juga disediakan aneka doorprize kompor gas dan barang elektronik dan regu koor PMI Klaten sebelum pentas membawakan lagu Banyu Langit dan Pamer Bojo. (Adji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *