KAPOLDA JATENG DAN BUPATI KLATEN KUNJUNGI DESA CAWAN JATINOM

politik & pemerintahan

focusklaten.net – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel  dan Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani kunjungi Desa Cawan, Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten, Rabu (9/10/2019). Kunjungan ini dalam rangka meninjau jalannya pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Gelombang III Tahun 2019 di Kabupaten Klaten.

Kunjungan ini diikuti oleh Kapolda Jawa Tengah beserta jajarannya, Bupati Klaten, Kapolres Klaten beserta jajarannya, Forkopimda Kabupaten Klaten, Camat Jatinom, dan Danramil.

Dalam kunjungan Kapolda Jawa Tengah,  Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyampaikan agar masyarakat dapat menciptakan keadaan yang kondusif, aman dan damai. Selain meninjau pemilihan kepala desa di Klaten, Kapolda Jawa Tengah juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan hal-hal yang dapat mengganggu jalannya pelaksanaan pemilihan desa di Klaten, Kapolda Jawa Tengah juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan hal-hal yang dapat mengganggu jalannya pelaksanaan pemilihan kepala desa karena tanggal 8 oktober malam kemarin, Desa Cawan sempat mengalami gesekan yang dikhawatirkan dapat mengganggu jalannya Pemilihan Kepala Desa di Desa Cawan ini.

Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani juga menghimbau agar seluruh masyarakat menciptakan keadaan yang kondusif. Dan beliau juga mengintruksikan kepada Camat Jatinom, Kapolsek, dan Danramil untuk mendampingi paslon kepala desa yang terpilih untuk langsung bersilaturahmi dengan paslon kepala desa yang kalah agar pemilihan kepala desa ini berjalan damai dan silaturahmi antar paslon kepala desa selalu terjaga.

Selain itu, Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, S.I.K.,M.I.K menambahkan agar masyarakat tidak gampang terpancing provokator dan bersikap tenang agar tercipta iklim pemilihan yang damai, aman, dan kondusif.

Sementara Dandim Klaten Letkol Kav Minarso SIP juga menambahkan agar sesama paslon kepala desa baik yang kalah maupun yang menang harus menghargai dan menghormati satu sama lain. (Shofia Indah Novitasari, Manajemen Komunikasi STMM MMTC Yogyakarta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *