Peresmian Menara Baskoro Petilasan Pakubuwono X.

sosial & budaya

focusklaten.net- Pagelaran Wayang Suntuk dan Peresmian Menara Baskoro Petilasan Pakubuwono X digelar di Bangsal Sri Sidamulya, Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom, Klaten, Kamis (12/3). Pagelaran wayang ini rutin digelar setiap malam jumat pon di Desa Soropaten untuk selalu mengingatkan kepada masyarakat akan petilasan Pakubuwono X di Kab. Klaten.

Dalam peresmian ini dihadiri Bupati Klaten,  Anggota DPRD Klaten, Kepala OPD Klaten, Camat Karanganom, Camat Jatinom, Camat Tulung, Camat Polanharjo, Kapolsek, Danramil, Kades se-Karanganom, Dewan Kesenian, Ketua Sanggar Seni dan Budaya Bumi Manunggal Pandan Wangi, tamu undangan dan masyarakat.

Kepala Desa Soropaten, Sri Wigati menyampaikan bahwa acara ini digelar untuk mengenang jasa-jasa leluhur dan juga mendoakan agar leluhur yang telah gugur ditempatkan ditempat yang tenang disisi-Nya. Sri Wigati juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Klaten yang telah membantu melanjutkan pembanguna Menara dan pancuran. Serta berterimakasih juga kepada masyarakat yang telah hadir dan melestarikan budaya yang ada. Tujuan dari diadakannya gelaran ini antara lain untuk melakukan agenda rutin setiap malam jumat pon yakni pegelaran wayang semalam suntuk, pembinaan masyarakay setiap 2 kali dalam seminggu untuk melestarikan karawitan, gamelan dan reog, serta tujuan yang terakhir adalah membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk sama-sama membangun daerah Soropaten menjadi destinasi wisata. Dengan adanya Menara Baskoro yang merupakan petilasan Pakubuwono X diharapkan dapat menjadi alternatif wisata di Klaten.

Sri Nugroho, Ketua Sanggar Seni dan Budaya Bumi Manunggal Pandan Wangi menambahkan bahwa pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini sudah menjadi tradisi yang dilakukan sejak tahun 1926 dan dipentaskan setiap malam jumat pon di Desa Soropaten. Serta untuk dalang yang mengisi sebisa mungkin dicari dalang yang berasal dari Kabupaten Klaten. Untuk Menara Baskoro sendiri membutuhkan waktu pembangunan selama 3 tahun, dan pada tahun ini sudah selesai dibangun. Dengan adanya acara ini diharapkan masyarakat dapat selalu melestarikan dan tidak lupa akan budaya yang telah ada dan diturunkan oleh leluhur ke generasi-generasi penerus.

Dalam sambutannya, Bupati Klaten, Hj. Sri Mulyani menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit yang diselalu digelar setiap malam jumat pon ini merupakan kebudayaan yang tidak boleh ditinggalkan oleh masyarakat sekarang. Dengan adanya acara ini kita semua dapat bersama-sama menambah kekompakan dan kerukunan antara pemerintah, masyarakat dan seniman-seniwati yang ada di Kab. Klaten. Tentunya tujuan dari acara ini adalah untuk sarana silaturahmi masyarakat, sebagai sarana melestarikan budaya leluhur dan menambah semangat kebersamaan guyub rukun membangun desa. Selanjutnya, Bupati Klaten meresmikan Menara Baskoro yang merupaka petilasan dari Pakubuwono X dengan menandatangani prasasti dan memotong pita peresmian bersama-sama dengan jajarannya dan pihak terkait. Terakhir, Bupati berpesan untuk selalu nguri-nguri budaya leluhur, tetap jaga dan rawat peninggalan-peninggalan leluhur kita dengan baik agar dapat selalu mengingatkan kita atas perjuangan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *