Dosen Unwidha Pengampu PPG Matematika Pelatihan LMS

pendidikan
Wakil Rektor I Bidang Akademik Unwidha Kabupaten Klaten, Drs H Purwo Haryono, MHum memimpin penyegaran dan pelatihan dosen dan guru pamong serta admin IT dalam rangka persiapan perkuliahan peserta PPG tahun 2020.
Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Unwidha, Drs H Tukiyo, MPd (kiri) juga ikut pelatihan LMS.
Para dosen matematika dan guru pamong matematika serta admin IT saat mengikuti pelatihan dalam rangka persiapan perkuliahan peserta PPG tahun 2020.

Dosen Universitas Widya Dharma (Unwidha) Kabupaten Klaten yang akan mengampu perkuliahan peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Matematika mengikuti pelatihan Learning Management System (LMS) dan aplikasi Big Blue Button (BBB) untuk proses pembelajaran dalam jaringan (daring). Pasalnya, proses perkuliahan peserta PPG tidak menggunakan sistem tatap muka langsung, namun menggunakan sistem daring berbasis internet.

Demikian dikatakan Wakil Rektor I Bidang Akademik Unwidha Kabupaten Klaten, Dr H Purwo Haryono, MHum disela-sela memandu penyegaran dan pelatihan dosen dan guru pamong serta admin IT dalam rangka persiapan perkuliahan peserta PPG tahun 2020 di Gedung Rektorat Lantai 3 Unwidha Klaten, Selasa, 21 Juli 2020. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Unwidha, Dr H Tukiyo, MPd.

Dr H Purwo Haryono menjelaskan, Unwidha mendapatkan tugas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk mengelola perkuliahan bagi 64 mahasiswa PPG bidang studi matematika. Agar nantinya dalam memberikan perkuliahan kepada mahasiswa PPG yang semuanya memakai sistem daring dapat berjalan baik, maka dosen Unwidha, guru pamong dan admin IT mengikuti  penyegaran terkait berbagai materi perkuliahan bagi mahasiswa PPG bidang studi matematika.

Dikatakan, penyegaran dan pelatihan dilakukan selama 5 hari mulai Senin, 20 Juli 2020 sampai Jumat, 24 Juli 2020 mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB setiap harinya. Peserta pelatihan ada 23 orang terdiri dari 12 orang dosen Unwidha, guru pamong bidang studi matematika 10 orang dan 1 orang admin IT. Guru pamong bidang studi matematika yang ikut pelatihan dari SMAN 1 Klaten, SMAN 1 Jatinom, SMKN 1 Klaten dan SMKN 3 Klaten.

Menurut Dr H Purwo Haryono, mahasiswa yang menjadi peserta PPG di Unwidha tahun 2020 berasal dari berbagai pelosok tanah air di Indonesia, dan untuk kuliah tidak menggunakan tatap muka langsung namun menggunakan sistem daring. Direktorat Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud RI sudah menyiapkan LMS untuk perkuliahan daring yang diberi nama BBB. Pelatihan LMS dan BBB ini dipantau langsung Kemendikbud RI, sehingga nanti dosen Unwidha mampu memberikan perkuliahan kepada mahasiswa PPG melalui daring.

Lebih lanjut Dr H Purwo Haryono mengatakan, tahapan perkuliahan mahasiswa PPG bidang studi matematika di Unwidha pada 20 Juli 2020 waktu terakhir mahasiswa menyatakan kesediaan untuk mengikuti perkuliahan, 23 Juli 2020 penetapan mahasiswa sebagai peserta PPG dan pada 3 Agustus 2020 daftar ulang sekaligus dimulainya perkuliahan daring sampai November 2020. Pada tahun 2020 ini PPG menggunakan kurikulum baru karena pandemi virus corona atau covid-19, sehingga lama perkuliahan selama 4 bulan.

Dijelaskan, perkuliahan daring bagi mahasiswa peserta PPG untuk pendalaman materi pedagogik, materi bidang studi matematika, pengembangan perangkat pembelajaran, penelitian tindakan kelas (PTK) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bobotnya 12 Sistem Kredit Semester (SKS). Sementara mahasiswa peserta PPG dinyatakan lulus jika harus menyelesaikan 36 SKS, sehingga kekurangannya 24 SKS diraih dari rekognisi pengalaman pembelajaran lampau karena mahasiswa PPG merupakan guru sehingga dinamakan PPG dalam jabatan.

Dr H Purwo Haryono menambahkan, PPG ini merupakan program pendidikan setelah sarjana, sehingga mahasiswanya sudah mengantongi gelar kesarjanaan. Manfaat program PPG antara lain meningkatkan profesionalisme guru dalam mengajar, menambah pengalaman tentang proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah dan mendapatkan gelar sebagai guru profesional yang ditunjukan dengan Sertifikat Pendidik. (Aji) )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *